Manulife Indonesia: Masyarakat Optimistis Pandemi Covid 19 akan Berakhir dalam Setahun ke Depan
Manulife Indonesia melakukan riset internal yang menunjukkan 66% responden meyakini Pandemi Covid 19 akan berakhir dalam waktu dekat ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Manulife Indonesia melakukan riset internal yang menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia atau 66% responden meyakini Pandemi Covid 19 akan berakhir dalam waktu satu tahun ke depan.
Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland mengatakan, selain itu sebanyak 59% responden berpendapat pembatasan kegiatan masyarakat saat Pandemi Covid 19 akan selesai dalam kurun waktu yang sama.
“Selain dari hasil survei Manulife Indonesia yang menyebutkan tingginya atensi terhadap sisi finansial dan kesehatan, masyarakat Indonesia juga makin memegang kendali atas perencanaan keuangan mereka dan menemukan beragam cara untuk mengurangi dampak Pandemi Covid 19,” kata Charland, Jumat 11 Maret 2022.
Baca Juga: Pemkot Cimahi Larang PNS untuk Berlibur Selama Pandemi COVID-19
Menurutnya, meskipun banyak keluarga mengalami tantangan dan menghadapi ketidakpastian dari sisi keuangan, kesehatan, serta masa depan, minat yang lebih tinggi terhadap proteksi melalui asuransi dapat dikatakan sebagai salah satu cara mereka dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru di tengah Pandemi Covid 19.
Hasil survei pun menunjukkan, kebiasaan perencanaan keuangan di antara responden Indonesia yaitu menyeimbangkan antara upaya mengatasi tantangan keuangan saat ini dengan upaya menciptakan masa depan mapan. Sebanyak 57% responden mengatakan mereka mengelola keuangan secara aktif karena pandemi, jauh lebih tinggi dibandingkan reponden yang mengikuti survei ini di semua negara Asia lain (42%).
Menariknya, 32% dari responden mengatakan bahwa mereka telah mendirikan usaha milik pribadi untuk menggantikan atau mendukung pekerjaan utama mereka. 37% responden di Indonesia juga mengatakan bahwa mereka memiliki tabungan yang akan bertahan lebih dari satu tahun jika diperlukan.
Baca Juga: Foto: 731 Hari Pandemi di Indonesia, PFI Bandung Gelar Pameran Foto
Untuk mengurangi risiko ekonomi yang disebabkan Pandemi Covid 19, 25% responden berinvestasi, sementara 36% mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Pada saat yang sama, pentingnya asuransi dan perencanaan pensiun makin disadari secara luas. Terdapat 83% responden yang melihat pentingnya asuransi dan 84% memikirkan hal yang sama tentang perencanaan pensiun. Hasil survei juga menunjukkan sebesar 76% dari mereka berencana untuk membeli asuransi dalam 12 bulan ke depan.
Dari seluruh responden Indonesia, 60% di antaranya sudah memiliki asuransi – sebagian besar memiliki asuransi kesehatan (35%) dan asuransi jiwa (29%). Ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan pasar terendah yang tercakup dalam Asia Care Survey yang juga mencerminkan rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia.
“Apa yang juga diungkapkan survei ini adalah ada beragam peluang luar biasa bagi kami untuk melayani nasabah di Indonesia, terutama mengingat tingkat penetrasi asuransi yang rendah dan kesenjangan perlindungan yang tinggi di negara ini,” tambah Charland.
Baca Juga: Endemi Jadi Pandemi? Nggak Ngaruh ke Pemulihan Ekonomi Kata Sekda Bandung Ema Sumarna
Secara umum, pertimbangan banyak masyarakat Indonesia terhadap asuransi tidak lepas dari aspek kesehatan. Responden Indonesia tercatat memiliki kemauan untuk menyesuaikan gaya hidup demi menurunkan dampak Pandemi Covid 19.
Kesediaan responden Indonesia untuk mengenakan masker adalah yang tertinggi (82%) di kawasan, begitu pula dengan tingkat keaktifan fisik (69%). Lebih dari separuh (52%) meningkatkan intensitasnya berolah raga sejak pandemi berlangsung, dengan jogging (72%) dan bersepeda (54%) sebagai bentuk olah raga yang paling disukai responden Indonesia. (*)
Editor : inilahkoran


