Marc Klok Buka Tempat Padel Bersama Dua Penggawa Persib di Summarecon Bandung
Kapten Persib Marc Klok tergoda untuk membuka bisnis tempat padel. Bertempat di Summarecon Bandung, arena olahraga itu didirikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kapten Persib Marc Klok tergoda untuk membuka bisnis tempat padel. Bertempat di Summarecon Bandung, arena olahraga itu didirikan.
Marc Klok mengatakan, bisnis bernama Jungle padel ini sengaja dibangun di Summarecon Bandung lantaran lokasinya dinilai strategis.
“Ada GBLA, ada Whoosh, ada akses tol, dan juga pusat perbelanjaan. Jadi, ini lokasi yang sangat baik,” kata Marc Klok, Rabu (8/4/2026).
Namun, Klok tidak sendiri. Pemain yang beroperasi sebagai gelandang bertahan ini bekerjasama dengan dua rekan setimnya Beckham Putra Nugraha dan Thom Haye serta dua kerabat lainnya untuk membangun Jungle padel.
“padel itu olahraga yang menyenangkan, santai, dan tidak terlalu melelahkan seperti sepak bola. Kita tetap aktif, tapi juga bisa bersenang-senang. Kita bisa ngobrol, bertemu orang, mirip seperti golf. Bisa juga untuk meeting dengan partner bisnis, tapi tetap fun di saat yang sama,” kata Klok.
Klok pun mengaku sudah cukup lama menggeluti olahraga padel ini. Setidaknya sudah terjadi sejak dua hingga tahun lalu.
“Saya mulai di Bali dan Belanda. Lalu saya berpikir, di Summarecon belum ada padel. Saya bicara dengan Beckham, dan akhirnya kami memutuskan untuk membuat padel di sini,” tuturnya.
Pemain bernomor punggung 23 ini juga kerap bermain padel dengan rekan-rekan setimnya. Termasuk pemain lainnya seperti Tyronne del Pino Ramos.
“Ada Thom, Frans Putros, Kurzawa. Nanti mungkin kita akan buat turnamen padel dengan pemain Persib untuk melihat siapa yang terbaik,” katanya.
Menurutnya, sangat penting membuka bisnis padel ini. Apalagi ia merupakan figur yang memiliki pengaruh sehingga berdampak pada bertambahnya penghasilan.
“Tapi saat pensiun, hidup tetap berjalan. Umur kita mungkin baru 34, 35, atau 40 tahun. Kita masih punya keluarga dan kehidupan di luar sepak bola. Semakin cepat kita mulai mencari peluang di luar sepak bola, semakin baik. Kita bisa menggunakan nama, jaringan, dan mindset untuk hal yang positif dan inspiratif. Kita hanya bermain bola mungkin 4 jam sehari. Masih ada banyak waktu untuk hal lain. Daripada hanya bermain gim, lebih baik membangun bisnis dan memberi inspirasi,” tegasnya.
Sejauh ini, lanjutnya, beberapa usaha sudah dijalankan. Seperti marketing agency, real estate, dan kedai kopi.
“Tujuannya adalah memiliki pendapatan pasif selain dari sepakbola. Karena banyak atlet, tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri, mengalami kebangkrutan setelah pensiun. Gaya hidup tetap sama, tapi pemasukan berhenti. Karena itu penting punya penghasilan pasif agar tetap bisa menjaga kehidupan dan keluarga setelah karier selesai,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

