Marc Klok Girang Kembali Dipanggil Timnas Indonesia
Gelandang Persib Marc Klok girang kembali dipanggil Timnas Indonesia. Bahkan, ia merasa bangga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gelandang Persib Marc Klok girang kembali dipanggil Timnas Indonesia. Bahkan, ia merasa bangga.
Maklum, sudah cukup lama Marc Klok tidak membela Timnas Indonesia. Terakhir, gelandang bernomor punggung 23 ini tampil bersama Merah Putih pada Maret 2024 di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Kini, Marc Klok kembali terpanggil Timnas Indonesia untuk dipersiapkan menghadapi dua laga persahabatan di FIFA Matchday melawan Kuwait dan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada 5 dan 8 September 2025.
“Senang, bersyukur, bangga. Mungkin sudah lama tidak dipanggil,” ungkap Marc Klok di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Kamis 21 Agustus 2025.
Gelandang naturalisasi asal Belanda ini mengaku selama ini terus bekerja keras meningkatkan kemampuannya. Bahkan melakukan tambahan latihan.
“Dan akhirnya dipanggil lagi, saya senang dan saya punya target baru,” katanya.
Soal persiapan, Klok memastikan akan mengawalinya dengan menyatu bersama tim. Sebab saat ini Timnas Indonesia banyak dihuni wajah baru.
“Saya harus belajar dari mereka, belajar dari coaching staff. Coaching staff yang luar biasa, banyak pengalaman, menurut saya ini bagus bagi saya. Dan setelah itu pasti hasil yang bagus dan main bagus,” tuturnya.
Klok menyatakan akan menunjukan yang terbaik bersama Timnas Indonesia. Bukan hanya di dalam, tapi juga di luar lapangan.
“Dengan pengalaman saya yang bisa kasih ke tim dan pemain, ke negara kita. Jadi keseluruhan, sangat senang dan bangga,” katanya.
Mengenai pelatih Patrick Kluivert, Klok mengaku belum sepenuhnya mengetahui meski sama-sama berasal dari Belanda.
“Statusnya legendaris di Belanda. Dia sangat rendah hati, kemarin telepon saya untuk kasih berita dan kita ngobrol sangat baik. Saya tidak sabar ketemu dia. Nanti kita akan bicara dan kerja bersama-sama,” pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

