Masalah Terbesar Persib Kentara Jelas, Yudi Guntara: Harus Ada yang Beda di Lini Depan!
Legenda Persib Bandung Yudi Guntara menganalisa tiga hasil awal mantan timnya itu di Super League 2025-2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Legenda Persib Bandung Yudi Guntara menganalisa tiga hasil awal mantan timnya itu di Super League 2025-2026.
Yudi Guntara mengaku sudah sangat paham masalah terbesar Persib sehingga gagal mencatatkan start mulus sebagai juara bertahan di kasta sepak bola tertinggi Indonesia.
Persib menjalani start kurang apik setelah hanya meraih empat poin dari 3 laga yang sudah dijalani.
Maung Bandung membuka kompetisi Super League dengan kemenangan 2-0 atas Semen Padang namun takluk 1-2 ketika meladeni tuan rumah Persijap Jepara.
Teranyar, Persib harus puas bermain imbang 1-1 di kandang PSIM Yogyakarta setelah gagal memanfaatkan dua peluang emas dari titik putih.
Di mata Yudi Guntara, efektifitas serangan Persib mengalami penurunan ketimbang musim lalu saat masih dibela pemain-pemain macam Ciro Alves ataupun David da Silva.
Persib dalam tiga laga awal Super League, menurut Yudi terlalu mengandalkan penguasaan bola tanpa ada variasi serangan yang mematikan.
Persib tidak bisa hanya mengandalkan penguasaan bola. Harus ada sesuatu yang berbeda di lini depan," katanya saat dihubungi Inilahkoran.
"Saya melihat Persib membutuhkan pemain depan yang eksplosif, yang bisa memecah kebuntuan. Contohnya seperti Ciro Alves musim lalu yang mampu mengacak-acak pertahanan lawan."
Sebelumnya, Pelatih Bojan Hodak mengaku hanya bisa pasrah atas hasil imbang yang didapatkan timnya Persib Bandung saat berjumpa PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Minggu, 24 Agustus 2025.
Apalagi dikatakan Bojan Hodak, Persib Bandung gagal memanfaatkan dua penalti yang didapatkan. Baik itu Uiliam Baros maupun Marc Klok.
“Kami gagal memanfaatkan dua penalti, apa yang harus saya katakan ketika ada dua penalti gagal dalam satu pertandingan,” ujar Bojan Hodak usai pertandingan.
Pada laga tersebut, PSIM Yogyakarta berhasil mencetak gol lebih dulu melalui Ze Valente di menit ke-64 lewat titik penalti setelah Julio Cesar dianggap menjatuhkan Nermin Haljeta.
Persib sempat mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan di menit 71. Namun tendangan Uiliam Baros sebagai eksekutor melambung jauh diatas mistar gawang lawan.
Pada 90+6, Patricio Matricardi berhasil menjebol gawang PSIM Yogyakarta melalui sundulan usai memanfaatkan umpan matang dari Ramon Tanque.
Di menit 90+9, Persib mendapatkan kesempatan untuk mengubah skor menjadi 2-1 setelah wasit menunjuk titik penalti.
Sayangnya, Marc Klok sebagai eksekutor gagal memanfaatkannya dengan baik setelah tendangannya ke posisi tengah mampu ditepis kiper Cahya Supriadi. Sehingga laga berakhir dengan skor imbang 1-1.
Bojan menilai dari lini pertahanan, Persib sudah bermain dengan baik. Bahkan PSIM Yogyakarta juga tak memiliki banyak peluang berbahaya, terkecuali penalti.
“Mereka (PSIM) tidak menciptakan peluang lainnya dan hanya ada satu tendangan dari luar kotak penalti. Artinya kami baik-baik saja,” katanya.***
Editor : Bsafaat

