Masih Perawan! Curug Cilingga Payung di Gunung Halu Pas Banget untuk Lepas Penat
Daya tarik wisata dari Curug Cilingga Payung ini merupakan air terjun yang memiliki 3 tingkatan dengan ketinggian ±100 m.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Bentang alamnya masih hijau dengan sungai yang mengalir jernih dan dihiasi oleh perkebunan dan ladang penduduk di sekitarnya.
Luas Kecamatan Gununghalu sekitar 160,64 km2 dan memiliki 9 Desa yaitu Desa Cilangsari, Desa Sindangjaya, Desa Bunijaya, Desa Sirnajaya, Desa Gununghalu, Desa Celak, Desa Wargasaluyu, Desa Sukasari, dan Desa Tamanjaya.
Tak hanya bentang alam, Gununghalu juga semakin lengkap dengan adanya berbagai potensi destinasi wisata yang ada di sekitarnya. Salah satunya Curug Cilingga Payung berada di Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.
Secara rinci, Curug Cilingga Payung terletak pada 7°3'4.59” LS dan 107°20'41.92" BT. Daya tarik wisata dari Curug Cilingga Payung ini merupakan air terjun yang memiliki 3 tingkatan dengan ketinggian ±100 m.
Kondisi alam yang masih perawan, dan air yang mengalir dari curug tersebut masih sangat jernih menjadikan daya tarik wisata Curug Cilingga Payung cocok untuk wisatawan yang tertarik dengan wisata alam dan petualangan.
Sementara, aktivitas wisata yang dapat dilakukan di kawasan Curug Cilingga Payung yaitu trekking, fotografi, hammocking, camping, dan bermain air.
Kawasan Curug Cilingga Payung berada di kawasan lindung Perum Perhutani KPH Bandung Barat. Ketinggian kawasan Curug Cilingga Payung berada pada 1276 mdpl dan memiliki luas kawasan sebesar 250 m2.
Visibilitas kawasan cukup bebas karena sudah terdapat lahan jalan setapak yang dibuat oleh warga. Secara pengelolaan berada di bawah Perum Perhutani KPH Bandung Barat namun tidak ada tiket masuk untuk menuju kawasan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Heri Partomo mengatakan, kualitas lingkungan masih sangat alami dan bersih belum terdapat banyak limbah atau sampah yang berserakan.
"Vegetasi di kawasan Curug Cilingga Payung masih sangat alami dan ditumbuhi oleh berbagai macam tanaman, yaitu tanaman kopi, pohon karet, pohon pinus, pohon jati dan tanaman produksi lainnya. Topografi kondisi jalur trekking menuju kawasan Curug Cilinggga Payung naik turun bukit," katanya, Rabu 20 Oktober 2021.
Ia menjelaskan, kawasan Curug Cilingga Payung masih belum dikembangkan secara baik maka dari itu belum ada fasilitas penunjang wisata yang dibangun.
"Fasilitas pendukungnya yang ada saat ini yaitu jalan setapak dengan lebar jalan kurang dari 1 m dan papan penunjuk kawasan yang terpasang di pohon," jelasnya.
Ia menuturkan, jika wisatawan yang ingin berkunjung ke Kawasan Curug Cilingga Payung dan membawa kendaraan pribadi, dapat menyimpan kendaraan di dekat pintu masuk menuju kawasan berupa tanah lapang untuk memarkirkan kendaraan, namun tidak ada orang yang mengelola parkir tersebut.
"Tidak adanya papan penunjuk arah yang terdapat di kawasan Curug Cilingga Payung sedikit menyulitkan wisatawan yang ingin berkunjung ke daya tarik tersebut bila baru pertama kali menuju Curug Cilingga Payung," tuturnya.
Terkait aksebilitas, lanjut dia, jarak dari jalan desa Gununghalu (pintu masuk curug) menuju kawasan Curug Cilingga Payung yaitu 1,2 km, sedangkan jarak dari kota kecamatan hingga pintu masuk yaitu 4,1 km.
Sementara itu, tambah dia, untuk kendaraan umum yang melintasi kawasan dapat menggunakan kendaraan umum elf jurusan Gununghalu – Ciwidey dengan tarif Rp15.000.
"Selain menggunakan kendaraan elf wisatawan juga dapat menggunakan ojek yang dengan tarif Rp 10.000 – Rp 20.000," tandasnya. (agus satia negara) ***
Editor : inilahkoran


