Masya Allah, Kesembuhannya Didapat karena Berwakaf

Meski badannya sudah renta dimakan usia. Meski langkahnya sudah tertatih dijegal jarak. Keinginannya untuk terus menemukan keberkahan dan ketenangan hidup masih bergelora. Bak serdadu, ia tetap teguh mengalahkan hawa nafsu dan rasa malas agar menemukan jalan Allah Swt.

Masya Allah, Kesembuhannya Didapat karena Berwakaf
Pak Toha, wakif di Gerai Wakaf DT. (istimewa)

Meski badannya sudah renta dimakan usia. Meski langkahnya sudah tertatih dijegal jarak. Keinginannya untuk terus menemukan keberkahan dan ketenangan hidup masih bergelora. Bak serdadu, ia tetap teguh mengalahkan hawa nafsu dan rasa malas agar menemukan jalan Allah Swt.

Tahun berguguran menyambut Ramadan, sepanjang itu pula Toha mengukuhkan hatinya untuk ikut serta memakmurkan aset wakaf Daarut Tauhiid (DT) Bandung, sekaligus berwakaf. Tak lengkap rasanya, kata dia, jika tidak menyisihkan sedikit hartanya untuk berwakaf saat Bulan Ramadan di Lembaga Wakaf DT. Dia memiliki alasan kuat untuk berwakaf di DT.

Kembali Menuju Allah Swt

Beberapa tahun lalu, jauh sebelum ia sering datang dan mengenal tauhid di DT, kondisi tubuhnya sering didera sakit. Ia terpaksa harus banyak berdiam diri menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Namun hal ini justru membuatnya meronta dan banyak merenung.

Karena sakit yang diberi Allah padanya, Toha mengatakan dirinya merasa semakin jauh dari Allah. Namun, setelah melewati renungan panjang, Toha akhirnya memutuskan untuk bangkit dan beraktivitas seperti biasa, kembali mencari Allah Swt.

Melalui Daarut Tauhiid lah Toha menemukan corong-corong keagungan kuasa Allah. Di DT juga ia mulai memahami keutamaan memakmurkan aset wakaf dan berwakaf untuk kepentingan umat.

“Saya sering sakit-sakitan, uang hasil pensiun kerja banyak dikeluarkan untuk biaya pengobatan. Bukan diberikan untuk kebutuhan rohani saya, saya waktu itu banyak diam dan ini  buat saya merenung untuk bisa melawan dan kembali mendekatkan diri ke Allah Swt,” kata dia.

Dengan beraktivitas di masjid DT dan sekaligus berwakaf di lembaga DT, kesehatannya berangsur membaik. Bahkan di Ramadan sekarang, Toha ingin mengajak jemaah lain agar ikut berwakaf di Gerai Wakaf DT yang ada di depan pintu masuk Masjid DT.

Ikut berkontribusi untuk perkembangan umat dengan berwakaf di DT, baginya adalah bentuk tanggung jawab sosial dan rasa syukur dari apa yang sudah Allah berikan padanya.

“Selain ingin membersihkan harta, saya anggap berwakaf ini tanggung jawab sosial saya untuk mensyukuri kesembuhan dan masih dikaruniai kekuatan dan tenaga untuk terus bisa beribadah di masjid-masjid Allah, termasuk di sini aset wakaf ini,” paparnya.

Toha mengaku, Ramadan tahun sekarang di usianya yang ke-52, dirinya akan banyak menghabiskan waktu untuk beribadah di lingkungan DT, seperti mengikuti salat tarawih, tilawah dan itikaf. Hal ini dilakukannya untuk dapat khusnul Khotimah dan memperoleh banyak ilmu yang bermanfaat.

“Saya percaya terhadap lembaga Wakaf DT karena saya sendiri merasakan hasil dari berwakaf. Harta saya bisa bermanfaat untuk orang banyak, insya Allah halal. Saya akan menghabiskan Ramadan sekarang dengan beribadah di Masjid DT, nanti di temani anak saya. Doakan mudah-mudahan lancar,” tutupnya. (Elga)


Editor : suroprapanca