Memasuki Libur Panjang, Yana Imbau Pengelola Usaha Disiplin Protokol Kesehatan

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mewanti-wanti pengelola hotel, restoran, dan destinasi wisata untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat memasuki libur panjang pada akhir Oktober mendatang.

Memasuki Libur Panjang, Yana Imbau Pengelola Usaha Disiplin Protokol Kesehatan
istimewa

INILAH, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mewanti-wanti pengelola hotel, restoran, dan destinasi wisata untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat memasuki libur panjang pada akhir Oktober mendatang.

Sebab dia memprediksi, Kota Bandung akan didatangi masyarakat dari berbagai wilayah saat libur panjang tersebut. Karenanya dia kembali menegaskan, pengelola hotel, restoran, destinasi wisata serta lainnya agar disiplin protokol kesehatan.

"Akan cukup banyak masyarakat yang akan datang setelah kita merelaksasi di sektor ekonomi. Dan poinnya adalah kita tidak tahu mereka dari zona merah, oranye, kuning, dan hijau. Tetapi selama pelaku usaha menerapkan protokol kesehatan, Insya Allah aman," kata Yana di Balai Kota Bandung, Jumat (23/10/2020).

Dia menekankan, penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara disiplin untuk meminimalisasi penyebaran virus corona. Menurutnya, penggunaan masker, jaga jarak dan sering cuci tangan harus terus dilakukan.

"Saya ingatkan kenapa pakai masker, tidak menularkan dan tidak tertular. Kenapa harus cuci tangan karena sifat virus ini benda mati tapi bisa hidup di median hidup, kadang kita gak sadar pegang sesuatu terus kucek-kucek mata, hidung dan mata. Kenapa jaga jarak karena virus (menyebar) droplet," ucapnya.

Yana mengatakan, selama pengelola hotel, restoran, destinasi wisata menerapkan protokol kesehatan secara disiplin maka penyebaran Covid-19 bisa diminimalisasi. Menurutnya, semua elemen masyarakat harus kompak menerapkan hal tersebut.

Dia menambahkan, para pengelola hotel, restoran dan destinasi wisata untuk tidak menerima pengunjung melebihi aturan yang ditetapkan yaitu 50 persen. Sebab itu, untuk memastikan hal tersebut. Pihaknya akan memantau dan mengontrol para pelaku usaha.

"Kita tetap, jangan lebih dari kapasitas, tetap 50 persen, kalau over kapasitas ke tetangga ke hotel lain. Aparat kewilayahan sama-sama mengontrol. Dan kita akan terus melakukan pengawasan yang ketat, terutama saat libur panjang nanti," tandasnya. (Yogo Triastopo)


Editor : Doni Ramdhani