Menag Usul Indonesia Bentuk Penghargaan Global untuk Tokoh Perdamaian
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menilai sudah saatnya Indonesia memiliki penghargaan tingkat internasional yang diberikan kepada individu maupun kelompok berkontribusi besar dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menilai sudah saatnya Indonesia memiliki penghargaan tingkat internasional yang diberikan kepada individu maupun kelompok berkontribusi besar dalam mewujudkan perdamaian dunia.
“Jangan hanya kita menerima penghargaan, tapi juga harus mampu memberi pengakuan dan apresiasi kepada pihak lain,” ujar Nasaruddin di sela-sela penutupan 2025 Human Fraternity Fellowship di Kediaman Duta Besar Uni Emirat Arab (UAE).
Pernyataan itu disampaikan menanggapi ajang Zayed Award for Human Fraternity dari UAE yang selama ini telah diberikan kepada tokoh dan organisasi internasional, termasuk dari Indonesia. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) menjadi penerima penghargaan tersebut pada 2024, yang menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di kancah global.
Menurut Menag, keberhasilan tersebut seharusnya mendorong Indonesia untuk melahirkan penghargaan serupa di tingkat dunia. “Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, sudah sepantasnya kita memiliki penghargaan bergengsi yang menginspirasi perdamaian,” tegasnya.
Nasaruddin memastikan bahwa Kementerian Agama tengah menyiapkan rencana penganugerahan penghargaan bagi tokoh maupun lembaga yang berjasa dalam membangun perdamaian global. “Ke depan, kita juga akan memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi, kita harus go international,” tambahnya.
Senada dengan itu, Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin mendukung gagasan tersebut. Menurutnya, penghargaan bisa menjadi pemicu semangat bagi lebih banyak pihak untuk berbuat kebaikan. “Kalau orang berbuat baik diberi penghargaan, tentu mereka semakin terdorong untuk melakukan hal-hal positif lainnya,” ujar Ma’ruf.
Sebagai catatan, Zayed Award for Human Fraternity pertama kali digagas pada 2019 untuk memperingati penandatanganan Piagam Persaudaraan Kemanusiaan oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar Ahmed Al-Tayeb di Abu Dhabi. Pemenang penghargaan itu berhak atas hadiah senilai 1 juta dolar AS.
Selain Muhammadiyah dan NU, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri juga sempat dipercaya menjadi anggota dewan juri Zayed Award edisi 2024.
Editor : Firda Rachmawati

