Tegaskan Bangsa Indonesia Tidak Mau Diganggu, Prabowo: Sering Dihina Menghasut

Presiden Prabowo tegaskan bangsa Indonesia tidak mau lagi diganggu oleh siapa pun.

Tegaskan Bangsa Indonesia Tidak Mau Diganggu, Prabowo: Sering Dihina Menghasut
Presiden Prabowo Subianto.

INILAHKORAN, Bandung - Presiden Prabowo Subianto baru saja memperingato hari jadinya sebagai pemimpin negara yang ke-2 tahun dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka.

Saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Bangsa Indonesia tidak mau Diganggu terus-menerus.

Hal ini lantaran sejak merdeka, Indonesia kerap menghadapi intervensi bangsa-bangsa besar yang menghasut perpecahan dan membiayai pemberontakan.

"Bangsa Indonesia sering dihina. Tapi bangsa Indonesia, percayalah tidak mau diganggu terus-menerus. Dan bangsa Indonesia tidak bisa dihentikan," tegas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menyebut bangsa Indonesia sebagai bangsa yang santun dan sabar, tetapi selalu diserang dengan keras setiap kali hendak bangkit karena kekayaan alam Nusantara yang telah dirampok selama ratusan tahun.

"Berpuluh tahun sejak kita merdeka, bangsa-bangsa besar selalu intervensi, selalu ganggu kita. Selalu menghasut perpecahan. Selalu membiayai pemberontakan kerusuhan, adu domba," katanya.

Prabowo menyinggung sejumlah pemberontakan pada masa lalu sebagai bentuk politik pecah belah atau divide et impera, mulai dari DI/TII, Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), RMS, PRRI/Permesta, hingga pemberontakan 1948.

Presiden juga mengingatkan krisis 1997-1998, ketika banyak pihak meramalkan, berharap agar Indonesia terpecah.

"Mereka yakin Indonesia pecah tahun 99, tahun 2000. Ternyata kita punya ketahanan nasional yang cukup kuat saudara-saudara sekalian," ungkap Prabowo.

Kepala Negara ini juga membahas mengenai karhutla yang menurut hasil penyelidikan di lapangan tidak semata-mata fenomena alam, melainkan melibatkan campur tangan manusia, termasuk korporasi.***


Editor : Irma Nurfajri