Mengapa Jalanan Masih Gelap? Dishub Ungkap PJU Mati Akibat Pencurian hingga Petir
Sejumlah ruas jalan di Kota Bandung masih mengalami minim penerangan. Dishub Kota Bandung menyampaikan, kondisi tersebut terjadi karena sebagian PJU rusak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sejumlah ruas jalan di Kota Bandung masih mengalami minim penerangan. Dinas Perhubungan Kota (Dishub) Kota Bandung menyampaikan, kondisi tersebut terjadi karena sebagian penerangan jalan umum (PJU) mengalami kerusakan akibat berbagai faktor.
Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, kerusakan PJU disebabkan beberapa hal. Mulai dari pencurian komponen, hingga gangguan akibat faktor alam seperti sambaran petir.
"Seperti jalan nasional di Flyover Kopo, itu sudah hilang kabel-kabelnya makanya mati. Kalau mati, pasti ada komponen yang dicuri. Terus kalau hujan besar terkena petir, otomatis MCB nya mati," kata Rasdian Setiadi, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, kondisi PJU yang mati di Kota Bandung membuat sejumlah ruas jalan belum mendapatkan penerangan secara optimal. Pihaknya pun, melakukan perbaikan terhadap fasilitas yang mengalami gangguan sekaligus menyiapkan pemasangan PJU baru.
Pemasangan PJU baru, dilakukan berdasarkan usulan reses DPRD Kota Bandung, Musrenbang dan inisiatif dari Dishub. Program tersebut, ditujukan untuk menambah penerangan di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan.
"Pada 2026, pembangunan PJU melalui reses DPRD ditargetkan mencapai 262 tiang dengan 915 titik penerangan jalan lingkungan (PJL). Sementara melalui Musrenbang, direncanakan pembangunan 536 tiang PJU dengan 2.925 titik PJL," ucapnya.
Dengan demikian, total pembangunan PJU 2026 ditargetkan sebanyak 798 tiang dengan 3.840 titik PJL. Pemasangan tersebut, diharapkan dapat mengatasi sejumlah ruas jalan yang masih gelap terutama di lokasi yang dinilai rawan tindak kriminal.
"Iya bisa saja di titik rawan untuk sebagiannya seperti di daerah Panyileukan, Gedebage dan yang masuk ke jalan-jalan perumahan. Nah itu berapa PJU dipasang sama kita karena inisiasi Dishub," ujarnya.
Dia menambahkan, percepatan pemasangan PJU diperlukan agar keluhan masyarakat terkait jalan gelap dapat segera ditangani. Namun pemasangan harus disesuaikan dengan kewenangan jalan, sehingga pihaknya perlu berkoordinasi dengan pihak terkait.
"Kita akan kolaborasi dengan Pemprov Jabar, karena pemasangan PJU harus sesuai dengan status jalan," jelasnya.
Terkait anggaran pembangunan dan biaya listrik PJU, Rasdian belum dapat memastikan rinciannya. Namun anggaran untuk program tersebut, telah dialokasikan pada tahun ini.
"Jadi harapan saya, bulan September itu sudah selesai ya. Jadi Oktober tinggal pencairannya. Kalau sekarang belum pencairan, kita harus pengawasan ke pemenang lelang," tuturnya.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat, agar segera melaporkan jika menemukan lampu PJU yang mati atau belum tersedia. Laporan tersebut, akan menjadi dasar pendataan dan tindak lanjut perbaikan.
"Tinggal dilaporkan saja. Bisa ke saya, bisa ke admin di sosial media. Nanti disampaikan lokasinya dimana, atau kalau kesulitan bisa berkirim surat. Tapi kalau pengen cepat, ya lewat saya juga enggak apa-apa. Jadi saya sampaikan ke jajaran yang sedang piket," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

