Mengapa Tepercaya, Bukan Terpercaya? Ini Penjelasan Kaidahnya
Simak penjelasan penggunaan kata tepercaya, bukan terpercaya, sesuai kaidah bahasa Indonesia, beserta contoh dan alasan bentuk bakunya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
PERNAH membaca tulisan “media terpercaya” atau “sumber terpercaya”? Kata ini terasa akrab karena sering kita temukan dalam berbagai tulisan. Namun, menurut kaidah bahasa Indonesia, bentuk bakunya adalah tepercaya, bukan terpercaya.
Lho, kok bisa? Bukankah kata dasarnya percaya? Jawabannya ada pada aturan pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Awalan ter- ternyata tidak selalu dipertahankan secara utuh ketika bertemu dengan kata dasar tertentu.
Pada kata percaya, huruf r di awalan ter- luluh atau hilang. Karena itu, bentuk bakunya menjadi tepercaya, bukan terpercaya. Pola serupa bisa ditemukan pada kata lain.
Misalnya, tercermin menjadi tecermin, terpercik menjadi tepercik, dan terperdaya menjadi teperdaya. Jadi, perubahan ini bukan hanya terjadi pada kata percaya.
Bentuk tepercaya tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dengan makna ‘paling dipercaya’ atau ‘dapat dipercaya’. Jadi, jika ingin menulis sesuai kaidah, gunakan “sumber tepercaya” atau “media tepercaya”.
Meski begitu, kata terpercaya telanjur akrab di telinga. Kata ini mudah ditemukan dalam slogan perusahaan, iklan produk, hingga pemberitaan media massa.
Karena sering digunakan, kita pun terbiasa menganggapnya benar. Padahal, sesuatu yang populer belum tentu sesuai dengan kaidah bahasa.
Untuk urusan seperti ini, kita tidak perlu menghafal semua aturan bahasa. Cukup biasakan memeriksa KBBI ketika ragu memilih kata. Cara sederhana ini bisa membantu kita menghindari kekeliruan yang sama.
Bagi media massa, ketepatan berbahasa tentu menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari. Pilihan kata bukan sekadar urusan ejaan, melainkan juga cara menyampaikan informasi secara cermat. Kalau bisa menggunakan bentuk yang baku, mengapa harus mempertahankan bentuk keliru?
Tentu saja, penggunaan kata tepercaya tidak otomatis membuat sebuah media layak dipercaya. Kepercayaan publik tetap dibangun melalui berita yang akurat, sumber yang jelas, dan kesediaan mengoreksi kesalahan.
Jadi, mulai sekarang, jangan bingung lagi. Kalau ingin menyebut sesuatu yang dapat dipercaya, tulislah tepercaya. Bukan terpercaya. Satu huruf mungkin terlihat sepele, tetapi ketepatan berbahasa bisa dimulai dari hal sesederhana itu. ***
Editor : Gin gin T Ginulur
