Mengatasi Sampah Bandung, Optimalkan 18 Insinerator dan Teknologi Pengendali Emisi
Kota Bandung kembali menegaskan arah kebijakan pengelolaan sampah berbasis teknologi pembakaran, dengan memperkuat fasilitas insinerator yang
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kota Bandung kembali menegaskan arah kebijakan pengelolaan Sampah berbasis teknologi pembakaran, dengan memperkuat fasilitas insinerator yang sudah ada sekaligus menambah unit baru yang dilengkapi sistem pengendali emisi modern.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, saat ini terdapat 18 unit insinerator yang direncanakan kembali diaktifkan secara bertahap. Namun, tidak semua unit dapat langsung beroperasi secara optimal karena masih ada kendala teknis dan standar emisi yang harus dipenuhi.
“Yang satu unit memang belum bisa optimal, itu yang ada di Rumah Deret Tamansari belum lulus uji emisi. Tinggal satu,” kata Farhan, Senin (11/5/2026).
Unit yang dimaksud, berada di kawasan Rumah Deret Tamansari dan masih dalam tahap evaluasi karena belum memenuhi standar uji emisi yang ditetapkan. Selain mengoptimalkan fasilitas yang sudah ada, pemerintah kota juga berencana menambah dua unit insinerator baru yang telah dilengkapi dengan teknologi air pollution control (APC).
"Sistem ini berfungsi menyaring, dan mengurangi emisi polutan hasil pembakaran Sampah sebelum dilepaskan ke udara," ucapnya.
Farhan menegaskan, penggunaan teknologi tersebut bukan tanpa konsekuensi biaya. Perangkat APC memiliki harga yang cukup tinggi, dan dapat mencapai dua kali lipat dibandingkan insinerator tanpa sistem pengendali emisi. “APC ini yang namanya air pollution control. Mahal, harganya dua kali lipat,” ujar dia.
Dia menambahkan, meski biaya investasi meningkat. Penerapan teknologi pengendali emisi menjadi penting untuk memastikan operasional insinerator tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas. Pihaknya masih menghitung kebutuhan anggaran dan strategi implementasi bertahap untuk penguatan sistem pengelolaan Sampah tersebut.
"Dengan rencana ini, tentunya kami berharap kapasitas pengolahan Sampah dapat meningkat. Sekaligus tetap memperhatikan aspek kualitas udara, dan kesehatan lingkungan warga," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

