Mengawali Bahtera dengan Doa Bersama

AKAD nikah mungkin berlangsung dalam hitungan menit. Namun, ikatan yang terjalin di dalamnya diharapkan bertahan seumur hidup.

Mengawali Bahtera dengan Doa Bersama
NIKAH MASSAL: Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Menteri Agama Republik Indonesia menghadiri kegiatan Nikah Massal dan Silaturahmi Amil se-Kabupaten Bogor yang digelar di Masjid Baitul Faizin, Cibinong, Sabtu (18/7).

Pagi di Masjid Baitul Faizin Cibinong dipenuhi wajah-wajah yang memancarkan kebahagiaan. Senyum para calon pengantin bercampur haru keluarga yang datang mengiringi langkah mereka menuju akad nikah.

Pada hari yang sama, puluhan pasangan memulai lembaran baru kehidupan. Bukan dalam pesta yang mewah, melainkan dalam sebuah nikah massal yang menghadirkan kesederhanaan sekaligus kehangatan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Menteri Agama Republik Indonesia menghadiri kegiatan Nikah Massal dan Silaturahmi Amil se-Kabupaten Bogor yang digelar di Masjid Baitul Faizin, Sabtu (18/7). 

Bagi Rudy, acara itu bukan sekadar seremoni pernikahan. Lebih dari itu, nikah massal menjadi wujud kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan ketahanan keluarga.

"Ini menjadi momen istimewa, tidak hanya menyatukan dua insan dalam ikatan suci untuk memulai kehidupan baru, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menyempurnakan agama," ujar Rudy dalam keterangan persnya. 

Rudy mengingatkan, pernikahan memiliki kedudukan yang mulia dalam ajaran Islam. Dia pun mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan, seseorang yang menikah telah menyempurnakan separuh agamanya. Karena itu, menurutnya, keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Dia berharap setiap pasangan yang mengucapkan akad pada hari itu mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, serta menghadirkan manfaat tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya.

"Semoga seluruh pasangan yang menikah hari ini menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dipenuhi cinta, kasih sayang, dan keberkahan," katanya.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Agama RI KH Romo R Muhammad Syafi' menegaskan, pernikahan merupakan ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi sekaligus menjadi fondasi lahirnya masyarakat yang kuat.

Menurutnya, rumah tangga seharusnya menjadi tempat suami dan istri saling menguatkan dalam ketaatan kepada Allah SWT.

"Ketika suami dan istri bertemu dalam ketaatan kepada Allah, insyaallah keluarga akan menjadi kuat, tenteram, dan penuh keberkahan," ujarnya.

Dia menambahkan, keluarga yang harmonis akan melahirkan generasi penerus yang berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. (gin)


Editor : Inilahkoran