Mengenal Sanggar Jaipong Modern Baskara Gamada : Dari Rumah ke Panggung Prestasi
Di Kampung Mulyasari, RT 4 RW 19, Kecamatan Balendah, berdiri sebuah sanggar tari yang membawa angin segar bagi generasi muda pencinta Jaipong. Sanggar Jaipong Modern Baskara Gamada yang didirikan Shandy Nadia Puji Aulia pada 24 September 2024, kini telah mengumpulkan sekitar 40 anak dari kelas 5 SD hingga SMA kelas 3.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Di Kampung Mulyasari, RT 4 RW 19, Kecamatan Balendah, berdiri sebuah sanggar tari yang membawa angin segar bagi generasi muda pencinta Jaipong. Sanggar Jaipong Modern Baskara Gamada yang didirikan Shandy Nadia Puji Aulia pada 24 September 2024, kini telah mengumpulkan sekitar 40 anak dari kelas 5 SD hingga SMA kelas 3.
Meski baru berusia satu tahun, semangat Shandy dalam mengembangkan ilmu tari yang telah dipelajarinya sejak kecil terlihat jelas. Untuk latihan, Shandy memanfaatkan rumahnya sebagai fasilitas utama. Selain itu, latihan juga kerap dilakukan di sekolah, khususnya saat persiapan lomba di Jawa Barat.
"Untuk latihan, kami menggunakan rumah saya sebagai fasilitas, meski seadanya. Namun, latihan juga terkadang dilakukan di sekolah, khususnya ketika persiapan lomba di Jawa Barat," kata Shandy Nadia Puji Aulia.
Latihan dilakukan setiap akhir pekan, tepatnya setiap Sabtu dan Minggu dari pukul 08.00 hingga 12.00. Setiap tim yang mengikuti lomba jumlahnya bervariasi, dan ciri khas sanggar ini terletak pada rampak yang selalu ditampilkan dalam setiap latihan dan pertunjukan.
"Ciri khas kami terletak pada rampak. Anak-anak selalu melakukan rampak dalam setiap latihan dan pertunjukan, serta bersaing secara sehat," ucapnya.
Selain menekankan teknik tari, sanggar juga menaruh perhatian pada prestasi anak-anak. Dalam satu tahun pertama, mereka berhasil meraih juara satu tingkat Kabupaten Bandung, juara dua tingkat Kota dan pernah dikirim ke tingkat nasional di Galuh Pakuan.
Baru-baru ini, mereka juga meraih juara dua kategori tradisional dance atau Jaipong tingkat kabupaten dan juara harapan satu tingkat provinsi.
"Motivasi saya adalah mengembangkan ilmu yang telah saya pelajari sejak kecil, sekaligus membagikannya kepada anak-anak. Dengan demikian, mereka memiliki bekal ilmu baru yang dapat mendukung prestasi mereka di masa depan, termasuk untuk jenjang pendidikan seperti SMA atau perguruan tinggi," ujar dia.
Untuk menjaga keberlanjutan sanggar, pendanaan masih berasal dari iuran anggota dengan sistem “udunan”. Shandy lulusan SMA Negeri 1 Balai Endah, sebelumnya sudah mengajar tari sehingga ilmu yang dimiliki terus dikembangkan melalui sanggar ini.
Sanggar Jaipong Modern Baskara Gamada membuktikan apabila dengan semangat dan dedikasi, sebuah komunitas kecil dapat tumbuh menjadi wadah kreatif yang menghasilkan prestasi.
Dari rumah sederhana hingga panggung kompetisi, Shandy dan murid-muridnya menari menuju masa depan yang gemilang.***
Editor : JakaPermana

