Menghargai Ragam Budaya di WJF 2019
Menghargai keanekaragaman kebudayaan menjadi ikon West Java Festival (WJF) 2019 di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (1/11/2019). Dalam event yang rutin digelar Pemerintah Provinsi Jabar ini diimulai dengan berbagai pentasan dan pameran SKPD di Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Menghargai keanekaragaman kebudayaan menjadi ikon West Java Festival (WJF) 2019 di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (1/11/2019). Dalam event yang rutin digelar Pemerintah Provinsi Jabar ini diimulai dengan berbagai pentasan dan pameran SKPD di Jawa Barat.
Selain dihadiri oleh perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia dan Negara sahabat pada WJF ini menampilkan beraneka ragam busana tradisional khas peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Jabar. Tak hanya itu, berbagai produk unggulan dari komoditi asli Jawa Barat akan ditampilkan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik berharap kegiatan ini dapat meningkatkan rasa cinta dan kebanggaan masyarakat terhadap budaya di Jabar. Terpenting. Kegiatan ini dapat membangun komunikasi budaya dengan provinsi di daerah.
"Untuk WJF tahun ini juga ada keunikan karena mengangkat tema kebudayaan yang menjadi kekuatan pariwisata maka kita menghargai keanekaragaman kebudayaan yang menjadi ikon sekarang ini. Kemudian WJF juga dirangkaikan dengan sebuah karnaval, Alhamdulillah yang terlibat di sini ada empat provinsi lain, Bangka Belitung, kalimantan timur, DKI, dan Sulawesi tengah," kata Dedi di sela acara, Jumat (1/11/2019).
Selain itu, dia mengatakan, WJF 2019 juga menghadirkan talenta terbaik Jawa Barat dan hiburan masyarakat dengan konten kubudayaan multietnis yang dikemas dengan mengikuti perkembangan zaman. Dalam gelaran festival ini pun diselenggarakan event-event kecil menarik seperti pameran dan booth produk.
"Kemudian juga karnaval diikuti 27 kabupaten kota di Jawa Barat dan 20 OPD yang ada di Jawa Barat. Dengan tema keanekarsgaman budaya, etnik Sunda Betawi, Kecirebonan, dan Priayangan," katanya.
Poin dari kegiatan ini, pihaknya menginginkan terdapat penambahan kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara ke Jabar. Terlebih WJF 2019 ini akan dimeriahkan sejumlah penyanyi dan artis Ibu Kota seperti Gigi, Isyana Sarasvati, Dewi Gita, Yura Yunita dan sejumlah musisi kawakan asal Kota Bandung.
"Ada 262 booth, dan calon pengunjung ada sekitar 44.000 melalui pendaftaran digital. Diharapkan dalam waktu tiga hari ini menggeliat pariwisata di Jawa Barat ini. Lalu, masyarakat Jabar juga bisa menikmati WJF ini karena rangkaiannya sangat bagus, para penyedia jasa juga terlibat di sini, diharapkan membuahkan hasil transaksi ekonomi yang ada di Jabar," paparbya.
Sementara itu Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Iwan Darmawan menyebutkan, West Java Festival juga ditujukan untuk merayakan berbagai keragaman seni dan budaya di Jawa Barat. Selain itu, terdapat sejumlah produk gratis yang ditawarkan oleh para tentant yang hadir.
"Banyak yang kita gratiskan mulai dari buah-buahan lokal , serta banyak produk dari binaan dinas yang bisa dimakan gratis setiap pengunjun," kata Iwan.
Pada festival yang juga menampilkan berbagai pertunjukkan musik dari para musisi skala nasional seperti Isyana Sarasvati, Barasuara hingga Yura Yunita ini, Iwan menargetkan akan terdapat transaksi perputaran ekonomi secara keseluruhan di kota Bandung hingga Rp50 miliar.
Sementara untuk perputaran uang khusus di West Java Festival ditargetkan mencapai Rp5 miliar.
"Kami perkirakan dari setiap orang yang ada di acara ini akan mengeluarkan uang sekitar Rp200 ribu. Jadi festival di Jabar ini penting untuk mendorong kinerja eknomi daerah," ucapnya.
Adapun jumlah total anggaran uang dibutuhkan guna menyelenggarakan acara ini adalah sebesar Rp3 miliar. Dana tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp1,6 miliar, sementara sisanya berasal dari sejumlah kerjasama pihak swasta. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Bsafaat

