Menkeu Ancam Anggaran MBG Dialihkan, Begini Respon Kepala BGN
Kepala BGN memberikan tanggapan terkait ancaman Menkeu soal anggaran MBG yang dialihkan untuk bayar utang negara
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan optimisme tinggi bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp71 triliun tahun ini akan terserap maksimal sesuai target, meski Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya mengingatkan kemungkinan penarikan dana jika realisasi serapan tidak optimal.
“Saya tidak khawatir, karena penyerapan anggaran insya Allah akan selesai. Tahun ini Rp71 triliun pasti terserap,” kata Dadan.
Meski terdapat sisa anggaran Rp9,1 triliun yang masih belum dapat digunakan, BGN tetap optimis dapat memaksimalkan realisasi dana. Menurut Dadan, sistem dan program yang sudah berjalan menjadi kunci efektivitas penyerapan anggaran.
“Meski Rp9,1 triliun masih dibintangi dan dalam proses pencairan, kami prediksi akan membutuhkan tambahan Rp50 triliun. Presiden sudah menyiapkan Rp100 triliun, jadi kami tidak khawatir karena tahu langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.
Dadan menekankan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan penggerak utama Program MBG dan menjadi titik terserapnya sebagian besar anggaran. Saat ini, BGN tengah memperkuat tata kelola SPPG di seluruh wilayah.
“Program ini fokus pada makanan dan minuman, bergerak di boga, katering, restoran, dan kafe. Jadi sebagian besar anggaran memang terserap di sektor ini,” jelas Dadan.
Selain itu, proses verifikasi mitra masing-masing SPPG dilakukan secara profesional melalui portal mitra.BGN.go.id. Dadan memastikan, verifikasi berbasis data kelengkapan dan sistem portal dilakukan oleh banyak pihak sehingga tidak ada intervensi pribadi dalam penentuan mitra.
“Memang ada beberapa pemilik yang sudah dikenal, tapi proses verifikasi berbasis portal dan profesional sehingga semua mitra diverifikasi secara adil,” tambahnya.
Program MBG menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara melalui pengelolaan yang transparan dan sistematis.
Editor : Firda Rachmawati

