Marak Kasus Keracunan, Presiden Prabowo Ingin Semua Mitra MBG Jalankan Program dengan Tepat
Presiden Prabowo akan membahas soal MBG sepulang dari PBB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan bertemu langsung dengan seluruh mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat.
“Sepulang dari New York, Presiden ingin berbicara dengan semua mitra yang sudah operasional. Beliau menekankan pentingnya pelaksanaan program MBG secara teliti dan optimalisasi dana yang tersedia,” kata Dadan di Kantor BGN, Jakarta, Senin (23/9).
Dadan menambahkan, Presiden Prabowo rutin memantau perkembangan Program MBG, termasuk isu-isu terkini, seperti dugaan kandungan minyak babi pada ompreng MBG. “Biasanya telepon Presiden terkait jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berdiri, jumlah anak yang dilayani, menu, hingga efek program. Termasuk kemarin, isu kehalalan food tray menjadi perhatian beliau, dan kami sudah menjelaskan situasinya,” ujarnya.
Selain itu, Presiden sangat menekankan pengawasan ketat terhadap SPPG, bahkan pada hal-hal kecil seperti cara penyajian telur. Dadan menjelaskan, “Beliau sangat concern soal telur. Hanya dua cara yang diperbolehkan: diceplok atau bulat. Ini untuk memastikan satu telur benar-benar untuk satu anak, tidak diolah untuk beberapa orang sekaligus.”
Presiden Prabowo tiba di New York, Sabtu (20/9), melalui Bandara Internasional John F. Kennedy sekitar pukul 16.50 waktu setempat. Dalam lawatan ini, Presiden diagendakan menyampaikan pidato dalam sesi debat umum Sidang ke-80 Majelis Umum PBB, Selasa (23/9) pukul 09.00 waktu setempat atau 20.00 WIB.
Program MBG menjadi fokus Presiden sebagai upaya pemerintah memastikan gizi anak Indonesia terpenuhi dengan baik, sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program melalui pengawasan yang ketat.
Editor : Firda Rachmawati

