Mental Baja Penggawa Maung Ngora

MENTAL pantang menyerah mengantarkan Persib U16 meraih kemenangan dramatis atas Persijap Jepara.

Mental Baja Penggawa Maung Ngora
INILAH/ADAM HUSEIN

Sempat tertinggal dua gol, Maung Ngora sukses melakukan remontada dan menang 3-2 pada pertandingan lanjutan Grup B Elite Pro Academy (EPA) ONE di SPOrT Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu, (25/10).

Persib U16 dikejutkan oleh gol cepat M. Rajab Bintang Keanu saat pertandingan baru berjalan enam menit.

Persijap kemudian menggandakan keunggulan melalui M. Yazid Al Bustomi pada menit 31, membuat Maung Ngora harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, respons cepat ditunjukkan Persib U16. Hanya semenit setelah gol kedua Persijap, Rifky Akbar Riyanto berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit 32. Gol tersebut menjaga peluang Maung Ngora untuk bangkit sebelum turun minum.

Memasuki babak kedua, Persib U16 tampil lebih efektif. Miftah Ali Andriansyah menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit 54.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Miftah kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit 88 sekaligus memastikan kemenangan 3-2 bagi Maung Ngora.

Tambahan tiga poin ini mengangkat Persib U16 ke peringkat kedua klasemen sementara Grup B dengan koleksi 12 poin dari empat pertandingan. Maung Ngora kini tertinggal enam poin dari Borneo FC yang menempati posisi puncak.

Pelatih Persib U16, Agi Maulana, mengakui tim asuhannya tidak memulai pertandingan sesuai harapan. Kondisi skuad yang tidak ideal, dengan sejumlah pemain absen atau tidak bisa tampil sejak menit pertama, turut memengaruhi permainan pada babak pertama.

"Hari ini ini, kami tidak bisa memainkan sejumlah pemain sejak menit pertama dan beberapa absen. Hasilnya, di babak pertama kami tertinggal dua gol, tapi setelah dilakukan perubahan di babak kedua, alhamdulillah situasi bisa berubah," kata Agi setelah laga.

Agi menilai absennya sejumlah pemain memang menjadi tantangan bagi tim pelatih. Namun, situasi tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan kemampuan dan menjawab kepercayaan yang diberikan.

"Itulah sepakbola. Ketika absennya pemain jadi kerugian bagi pelatih, tapi jadi kesempatan bagi pemain lain. Di pertandingan ini beberapa pemain pengganti masih beradaptasi terhadap sistem, tapi ada juga yang bisa menjawab kepercayaan," tambahnya.

Lebih dari sekadar tiga poin, kemenangan ini menjadi bukti daya juang para pemain Persib. Agi mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang mampu menjaga semangat meski menghadapi situasi sulit sepanjang pertandingan.

"Secara keseluruhan, pemain sudah tampil maksimal meskipun masih ada kesalahan individual. Sebelumnya, kami juga pernah tertinggal di pertandingan, tapi bisa membalikkan keadaan pada akhirnya. Ini hasil kerja keras pemain dan mentalitas yang mereka miliki," pungkasnya.*** 


Editor : Inilahkoran