Menteri Desa PDTT Apresiasi Pemkab Bandung Berikan Insentif untuk 16 Ribu Guru Ngaji

Menteri Desa Abdul Halim Iskandar mengapresiasi program Sekolah Mengaji yang digagas Pemkab Bandung.

Menteri Desa PDTT Apresiasi Pemkab Bandung Berikan Insentif untuk 16 Ribu Guru Ngaji

INILAHKORAN, Bandung - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, mengapresiasi program Sekolah Mengaji yang digagas Pemerintah Kabupaten Bandung di Sutan Raja Hotel, Soreang, belum lama ini.

Abdul Halim Iskandar mengapresiasi upaya Bupati Bandung dalam memberikan pendidikan agama, khususnya bagi anak usia dini.

“Pak bupati sudah menyiapkan pendidikan agama di anak-anak Kabupaten Bandung ini sudah disiapkan sedemikian rupa. Di masa yang akan datang, masyarakat Kabupaten Bandung akan mampu mempertahankan karakter budaya dan kebiasaan yang baik bagi masyarakat Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Guru Ngaji di Kabupaten Bandung Bakal Dapat Insentif

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan pendidikan keagamaan melalui program sekolah mengaji merupakan upaya pemerintah daerah dalam membentuk insan qurani serta merealisasikan salah satu visi pembangunan, yakni mewujudkan masyarakat Kabupaten Bandung yang agamis.

Ia menilai, dengan menjadikan mengaji sebagai budaya di tengah masyarakat, diyakini dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, terutama bagi generasi muda.

“Jika semua masyarakat membumikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari, Insyallah generasi qurani pun dapat terbentuk, sehingga terhindar dari hal-hal yang menyimpang serta pengaruh buruk budaya global,” kata Dadang di Soreang, Jumat 1 Oktober 2021.

Baca Juga: 4.250 Paket Sembako dibagikan Untuk Guru Ngaji

Dadang menuturkan, program tersebut merupakan suplemen pelengkap muatan lokal, yang hingga saat ini belum dicantumkan secara eksplisit dalam kurikulum nasional.

“Kami mengajak kepada seluruh stakeholder pendidikan agar melaksanakan kebijakan dan program ini dengan baik serta penuh rasa tanggung jawab,” ujarnya.

Dadang juga menyampaikan, program sekolah mengaji juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap guru ngaji yang dengan ikhlas mendidik masyarakat. Nantinya, lanjut bupati, para guru ngaji akan diberikan insentif yang berasal dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga: Begini Cara Ade Yasin Ransang Semangat Guru Ngaji untuk Kampanyekan Prokes

“Saat ini yang sudah terdaftar secara aplikasi sekitar 16.000 orang. Artinya masih ada waiting list. Insya Allah kita akan bahas di APBD murni 2022 mendatang,” katanya.

Dalam implementasinya sendiri, Dadang menjelaskan, terdapat tiga klaster prioritas dalam pembagian insentif bagi guru ngaji.

“Yang akan kami dahulukan adalah para asatidz atau ustadz dan ustadzah yang sudah mempunyai umat di masing-masing lingkungannya. Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) desa atau kecamatan, akan memverifikasi para guru ngaji berdasarkan tingkat keilmuan keagamaan, bukan mengedepankan sertifikasi atau ijazah,” katanya. (dani r nugraha)


Editor : inilahkoran