Menyiasati, Mengubah Stigma Koperasi di Jawa Barat
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi mengakui, koperasi masih mendapat stigma kurang baik termasuk di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi mengakui, koperasi masih mendapat stigma kurang baik termasuk di Jabar.
Tujuan koperasi sesuai Undang-undang Nomor 25/1992 Pasal 4, tak lain adalah untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan ekonomi anggota serta masyarakat, nyatanya telah bergeser akibat adanya sejumlah oknum koperasi yang cenderung berprilaku selayaknya rentenir, bank emok dan lintah darat.
Belum lagi upaya penipuan, menggunakan dalih koperasi simpan pinjam seperti kasus Indosurya yang berhasil mengambil uang nasabah hingga Rp106 triliun, turut memperburuk keadaan dan citra koperasi di Indonesia.
Sebab itu kata Taufik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berbenah, menyiasati agar koperasi dapat kembali ke marwah sejatinya.
Salah satunya dengan menggenjot koperasi produktif yang telah ada, untuk terus berkembang melalui temu bisnis dan kemudahan pembiayaan melalui mitra pemerintah.
Harapannya, di Jawa Barat akan lahir koperasi skala besar seperti luar negeri layaknya koperasi Mondragon di Spanyol, berbisnis seperti Sunkist, koperasi buah-buahan yang berbasis di California, Amerika Serikat. koperasi yang mengelola klub FC Barcelona di Spanyol, Ace Hardware koperasi Amerika di toko peralatan rumah tangga dan perbaikan atau Rabobank, koperasi bank asal Belanda.
"Mudah-mudahan, di peringatan Hari koperasi ke 77 ini bisa jadi momentum, menyiapkan kebijakan, rancangan ke depan. Kita branding kembali, bagaimana koperasi, satu-satunya lembaga berbadan hukum, mampu mendorong perekonomian rakyat," kata Taufik di Kantor Diskuk Jabar baru-baru ini.
Tidak seperti sekarang kata dia, dimana banyak koperasi produktif yang hidup segan mati tak mau, karena belum berdaya saing secara optimal.
Maka dari itu, sejumlah koperasi yang berdaya saing seperti koperasi Mina Agar Makmur yang bergerak di produk olahan rumput lain, Kabupaten Karawang. koperasi Pandawa Pilangsari, Kabupaten Majalengka di penyulingan minyak atsiri serai wangi akan dijadikan role model supaya masyarakat berminat untuk berdaya melalui koperasi.
"Karawang akan kita coba jadikan percontohan, dengan melibatkan koperasi agar bisa bekerjasama dengan industri yang ada disana," ucapnya.
Termasuk memanfaatkan teknologi, digitalisasi dalam pengembangannya. Dimana harapannya mampu menjadikan Jawa Barat menjadi provinsi koperasi termaju di Indonesia.
Dimana kata Taufik, ini harus diawali dari sekarang, pada momentum Peringatan Hari koperasi ke 77 bertajuk 'koperasi Mendunia Mewujudkan Indonesia Emas' di Lapangan Galuh Mas, Kabupaten Karawang, 12-14 Juli 2024 mendatang.
"Mudah-mudahan koperasi bisa menjadi ujung tombak. Kita melihat Indonesia sudah mencanangkan 2045 adalah tahun emas. Bagaimana koperasi harus berkontribusi mewujudkannya," tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

