Luncurkan Koperasi Berbadan Hukum, Kopi Gunung Halu dan Gula Semut jadi Unggulan

Pengurus Cabang Ikatan Alumni Kekeluargaan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Bandung Barat (KBB) periode 2026-2031 resmi dilantik.

Luncurkan Koperasi Berbadan Hukum, Kopi Gunung Halu dan Gula Semut jadi Unggulan
Ketua IKA PMII KBB Saiful Rachman mengattakan pada momen pelantikan itu organisasi meluncurkan koperasi berbadan hukum. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Pengurus Cabang Ikatan Alumni Kekeluargaan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Bandung Barat (KBB) periode 2026-2031 resmi dilantik.

Di bawah kepemimpinan Saiful Rachman, PC IKA PMII KBB melangkah lebih jauh dari sekadar organisasi sosial kemasyarakatan dengan mendirikan koperasi berbadan hukum lengkap dengan akta notaris, pengesahan Kemenkumham, dan NIB.

Tak cuma itu, koperasi ini mulai memproduksi dua produk unggulan hasil kerja sama langsung dengan petani lokal, yakni kopi Gunung Halu dan gula semut Mekarwangi. 

Saiful menjelaskan, pelantikan pengurus yang telah dilakukan disertai dengan kesiapan berbagai agenda kerja nyata, salah satunya adalah penguatan ekonomi melalui koperasi

Menurutnya, koperasi ini bukan sekadar simbolis, melainkan telah memiliki legalitas penuh dan siap beroperasi secara profesional.

"Kita telah dilantik pengurus PC IKA PMII Kabupaten Bandung Barat dan kami sudah mempersiapkan berbagai agenda. Sebetulnya tidak hanya launching, terkait dengan koperasi misal, kita sudah melangkah, sudah memiliki legalitas koperasi, serta sudah ada akta notaris, Kemenkumham, dan NIB," kata Saiful saat ditemui di lokasi, Selasa (25/8/2026).

"Artinya, selain mengusung tema akselerasi penguatan ekonomi umat, dalam realitasnya kita juga menjalankannya, tidak hanya sebatas wacana," sambungnya.

Produk Asli Petani Lokal: kopi Gunung Halu dan gula Semut Mekarwangi dengan Harga Ramah di Kantong Masyarakat

Saiful menjelaskan, koperasi yang saat ini sedang difinalisasi nama resminya tersebut telah meluncurkan dua produk unggulan yang sepenuhnya berasal dari hasil kerja sama dengan petani asli Kabupaten Bandung Barat. 

Dia menyebut, kopi diperoleh dari petani kawasan Gunung Halu, sedangkan gula semut dipasok dari petani Mekarwangi. Kedua produk ini dipasarkan dengan harga yang disesuaikan dan ramah di kantong masyarakat, sehingga berkualitas namun tetap terjangkau.

"Kita punya produk kopi dan produk gula semut yang dikeluarkan oleh koperasi. Saat ini kita baru memiliki dua produk, dan itu asli Bandung Barat. Yang pertama kita kerja sama dengan petani lokal Mekarwangi untuk gula semut," jelasnya. 

"Kemudian untuk kopinya kita dengan Gunung Halu, petani Gunung Halu. Dua produk itu hasil kerja sama kita dengan petani lokal," sambungnya.

Selain dua produk utama tersebut, IKA PMII KBB juga membuka ruang kerja sama dengan pelaku UMKM dan potensi produk unggulan lainnya, termasuk produk kuliner yang menjadi potensi terbesar di wilayah Bandung Barat. 

"Tujuannya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal, terutama melalui jaringan alumni PMII yang tersebar di berbagai sektor," imbuhnya.

Konsep koperasi Simpan Pinjam Produktif, 300 Anggota Terdata dan Berkembang

Dikatakan Saiful, koperasi ini berkonsep pada umumnya koperasi yang menghimpun simpanan anggota dan memberikan pinjaman yang sifatnya produktif untuk membantu permodalan usaha para anggotanya. 

"Ke depannya, meskipun belum berkolaborasi secara khusus dengan program koperasi Merah Putih pemerintah, pintu kerja sama tetap terbuka. Fokus utama kami saat ini memperkuat fondasi internal dan jaringan ekonomi anggota," katanya.

Lebih lanjut Saiful menuturkan, anggota koperasi sekaligus anggota IKA PMII saat ini telah terdata sebanyak 300 orang di seluruh wilayah Bandung Barat dan terus bertambah berkat sosialisasi melalui media sosial. 

Siapa pun alumni PMII, di mana pun dulu menuntut ilmu, yang berdomisili di Bandung Barat otomatis dapat bergabung. Tak cuma itu, pengurus juga telah disiapkan hingga tingkat kecamatan agar jangkauan semakin luas dan merata.

"Anggota yang baru terdata itu ada 300 orang, se-Bandung Barat. Ini juga kita masih menggali potensi alumni. Alumni PMII di mana pun kuliahnya, kalau domisilinya di KBB bisa bergabung di IKA PMII Bandung Barat," paparnya.

"Kita juga menyiapkan perangkat di tingkat kecamatan, supaya ada kepanjangan tangan untuk sama-sama menguatkan potensi ekonomi," tambahnya.

Selain itu, sebut Saiful, potensi alumni yang tersebar di sektor pemerintahan, legislatif, dunia usaha, hukum, pendidikan dan lainnya diharapkan menjadi kekuatan besar untuk saling menguatkan.

"Termasuk membuka peluang pasar serta kemitraan bagi produk-produk lokal," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani