Kopdes Beda dengan Supermarket, Menko Pangan Zulhas: Koperasi Bisa Take Over
Menko Pangan Zulhas tegaskan jika Kopdes berbeda dengan supermarket.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sejak awal Koperadi Desa didirikan, banyak masyarakat yang menilai bahwa program ini akan menyaingi supermarket.
Mengingat di beberapa wilayah telah terjadi penutupan minimarket secara paksa karena dinilai akan menyaingi Koperasi Desa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KDMP) berbeda supermarket.
"Bukan supermarket," tegas Menko Pangan yang akrab disapa Zulkifli tersebut.
Zulkifli menyatakan bahwa selama ini banyak masyarakat yang salah paham terkait dengan keberadaan Kopdes.
Zulhas menyebutkan banyak yang beranggapan bahwa Koperasi Desa akan menggantikan toko ritel modern atau supermarket.
Koperasi Desa menurut Zulhas berfungsi sebagai offtaker atau bertindak sebagai penyerap hasil dari petani, peternak, maupun nelayan.
Hal ini sangat diperlukan agar petani, peternak dan juga nelayan bisa mendapatkan harga yang pantas atau tidak di bawah standar.
"Itu kalau harga gabahnya di bawah standar yang kita tentukan, maka Koperasi bisa take over, beli gabah, jagung, dan lain-lain ya," jelas Zulhas.
Zulhas juga menyebutkan jika dari sisi infrastruktur, Koperasi Desa bertindak sebagai wadah untuk menyalurkan berbagai bantuan, seperti bantuan sosial (bansos), barang-barang subsidi dan lainnya.
"bantuan-bantuan, bansos, barang-barang subsidi, itu harus melalui Kopdes nanti. Sehingga jelas, karena tiap desa ada," ungkapnya.***
Editor : Irma Nurfajri

