Menyisakan Beragam Persoalan, Warga Sayangkan Kelengkapan Little Madina Cililin yang Rusak

Diresmikannya Alun-alun Cililin yang mengusung konsep Little Madina oleh Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif untuk yang kedua kalinya beberapa waktu lalu masih menyisakan persoalan.

Menyisakan Beragam Persoalan, Warga Sayangkan Kelengkapan Little Madina Cililin yang Rusak
Salah satunya seperti pohon kurma yang hanya tersisa satu. Padahal, kala itu penanaman pohon khas negara Timur Tengah di Little Madina Cililin itu sempat dilakukan secara simbolis Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan sebanyak 6 pohon kurma. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Diresmikannya Alun-alun Cililin yang mengusung konsep Little Madina oleh Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif untuk yang kedua kalinya beberapa waktu lalu masih menyisakan persoalan.

Salah satunya seperti pohon kurma yang hanya tersisa satu. Padahal, kala itu penanaman pohon khas negara Timur Tengah di Little Madina Cililin itu sempat dilakukan secara simbolis Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan sebanyak 6 pohon kurma.

Kondisi pohon kurma yang memiliki tinggi sekitar 1 hingga 1,5 meter itu mengering dan menjadi perhatian warga yang menyayangkan kondisi pohon kurma yang mati di Little Madina Cililin.

"Sayang ya pohon kurmanya pada mati, padahal keberadaannya bakal lebih mempercantik alun-alun," kata salah seorang warga Cililin, Ramdhani (31) baru-baru ini.

Ramdhani pun menyarankan pemerintah agar mengganti pohon-pohon kurma yang mati dengan yang baru. Dengan begitu, kesan Madinah bakal terasa kental kembali.

"Ganti saja dengan pohon kurma baru jangan diganti pohon jenis lain," ucapnya.

Terpisah, Camat Cililin, Opa Mustofa membenarkan matinya pohon kurma di Alun-alun Cililin dan hanya menyisakan satu pohon yang tumbuh.

"Pas penanaman dulu oleh pak Hengki memang lagi musim kemarau. Mungkin karena kurang penyiraman jadinya lima dari enam pohon yang ditanam mati," ungkapnya.

Opa mengakui pihaknya sudah meminta kepada pihak ketiga yang mengerjakan proyek Alun-alun Cililin untuk segera melakukan penggantian. 

Menurutnya, hal itu sesuai kontrak kerja,  sekarang masih dalam masa pemeliharaan kontraktor pelaksana.

"Sudah disampaikan kepada perwakilan pengusaha yang sehari-hari ada di Cililin. Dia berjanji akan mengganti dengan pohon kurma baru," ujarnya.

Selain pohon kurma, sambung Opa, pihaknya juga meminta kepada kontraktor untuk memperbaiki bagian awning yang rusak. 

"Sebelum beres masa pemeliharaan pada Maret 2024, saya minta semua kekurangan sudah selesai diperbaiki," ucapnya.

Kondisi Alun-alun Cililin masih banyak kekurangan juga disayangkan Dandim 0609  Letkol Arm Boby. S. IP. Sebab, walaupun Alun-alun Cililin sudah dibuka untuk umum, tetapi  masih banyak kekurangan dan harus diperbaiki.

"Terutama di bagian basement tampak tergenang air, kemudian di bagian tribun sebagian pada lepas," ucapnya.

"Mumpung masih dalam masa pemeliharaan sebaiknya Pemkab Bandung Barat mengundang atau berkomunikasi dengan pihak ketiga," sambungnya.

Sebelumnya, sekeliling Alun-alun Cililin sempat ditutup dengan menggunakan pagar seng. Padahal, proyek tersebut sudah selesai dikerjakan pada September 2023.

Kendati demikian, kini bisa dinikmati publik setelah diresmikan Pj Bupati Bandung Barat Arsan Latif, Senin 8 Januari 2024. Sekaligus menyerahkan pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Kecamatan Cililin.

"Saat ini, kami pastikan Alun-alun Cililin  Kabupaten Bandung Barat saya resmikan dan kami pastikan sudah siap dipergunakan dengan segala keterbatasannya," ujar Arsan.

Arsan mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya berfikir cepat dan keras agar fasilitas umum ini dapat segera dinikmati oleh masyarakat, terutama masyarakat yang ada di Cililin dan wilayah selatan lainnya. 

Ia mengakui bahwa hingga saat ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan dari Alun-alun Cililin. Namun, selama masa tenggang setelah selesai pembangunannya, perawatan masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga yang melaksanakan pembangunannya. 

Untuk pengelolaannya, atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Arsan menyerahkan pengelolaannya kepada pihak Kecamatan Cililin.

"Karena unit kerja yang terdekat adalah kecamatan, maka saya menyerahkan pengelolaannya kepada Kecamatan Cililin, termasuk terkait penataan PKL dan lingkungan sekitarnya," katanya.

Diketahui, tahap pertama pembangunan Taman The Little Madinah Alun-alun Cililin tuntas tahun 2022 dengan menelan anggaran sebesar Rp13.279.903.294,40. Dikerjakan oleh PT Pulau Intan Perdana. Kemudian dilanjutkan pada 2023 dengan anggaran Rp7,5 miliar. (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani