Menyulap 'Dua Karung Beras' Menjadi Pojok Sedekah
Berawal dari titipan dua karung pakaian, pasangan suami istri Ahma Aminudin (33) dan Erti Pratiwi (33) serta rekannya Usman Bukhori menginisiasi program pojok sedekah setiap Jumat di Kampung Warung Kamasan, Banjaran, Kabupaten Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung- Berawal dari titipan dua karung pakaian, pasangan suami istri Ahma Aminudin (33) dan Erti Pratiwi (33) serta rekannya Usman Bukhori menginisiasi program pojok sedekah setiap Jumat di Kampung Warung Kamasan, Banjaran, Kabupaten Bandung.
Mereka mempersilahkan warga sekitar untuk memakan nasi bungkus gratis dan membeli pakaian layak pakai dengan uang seikhlasnya.
Ahmad bercerita, awal kegiatan ini dimulai pada Desember 2018 lalu, saat seorang teman yang ingin menyumbangkan pakaiannya kurang lebih 2 karung. Meski masih bingung akan disalurkan kemana, sumbangan tersebut ia terima.
"Waktu itu terbersit baju itu dijual dengan harga tak ternilai. Maksudnya, mau bayar berapa aja silahkan. Nanti uangnya disalurkan ke anak yatim, duafa dan untuk kemaslahatan umat di masjid Al-Manar," kata Ahmad, Minggu (14/7/2019).
Menurut Ahmad, ide tersebut belum realisasikan sebab masih kebingungan. Hingga akhirnya dirinya berkonsultasi kepada Ustaz Usman Bukhori yang mengelola Masjid Al-Manar di kampung tempat tinggalnya. Dari sana, rencana tersebut pun akhirnya dilaksanakan pada Februari 2019.
"Saat itu kami juga belum punya banner, belum ada nasi gratis hanya pakaian saja. Alhamdulillah antusias warga responnya positif,"ujarnya.
Ahmad mengatakan pakaian layak pakai milik temannya dijajakan dilingkungan kampung dan sekitarnya pada hari Jumat. Mereka yang hendak membeli dipersilahkan dengan pembayaran seikhlasnya. Hasil dana tersebut katanya disalurkan ke anak yatim, duafa dan yang memerlukan.
"Kami juga sempat khawatir kalau Jumat berikutnya tidak ada pakaian layak pakai yang bisa disalurkan ke warga. Namun akhirnya banyak yang berpartisipasi," ujarnya.
Setelah melaksanakan acara tersebut, dana yang terkumpul langsung disalurkan ke yang berhak. Kemudian, minggu berikutnya, pihaknya mendapatkan dana yang akhirnya digunakan untuk membuat nasi bungkus sebanyak 20 bungkus yang dibagikan secara gratis.
"Minggu kedua atau Jumat sedekah, ada dana kemudian dibikin 20 bungkus nasi untuk dibagi-bagi ke tukang delman, tukang beca dan lainnya," katanya. Lokasi pembagian nasi gratis dan pakaian bayar seiklasnya di wilayah perkampungan yang tidak jauh dari jalan raya," katanya.
Kegiatan tersebut katanya diapresiasi oleh komunitas yang juga terlibat dalam pembagian nasi gratis kepada warga. Dan dilaksanakan setiap bada salat Jumat.
"Mereka bagi-bagi nasi gratis langsung ke satu tempat. Kalau disini siapa yang lewat bisa ambil. Mereka memberikan etalase dan ada beberapa teman yang terpacu terus ikut nyumbang bentuknya ada nasi juga uang," ujarnya.
Ahmad menambahkan, respon masyarakat di sekitar kampung Kamasan merasa senang dengan pojok sedekah di hari Jumat. Hal itu terlihat dari partisipasi masyarakat sekitar yang ingin membantu membuatkan nasi. Tak hanya itu saja, pihaknya pun menginisiasi kopi shalawat dari Jumat ke 5 hingga Jumat ke 13 dengan menyediakan kopi gratis dari sumbangan yang dibayar dengan bershalawat.
"Kedepannya masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan pengennya mah sejahtera. Mudah mudahan bisa terus," katanya. (Rd Dani R Nugraha).
Editor : Bsafaat

