Meriahkan Malam Iduladha dengan Takbir dan Zikir Penuh Makna,Ini Bacaannya
Iduladha menjadi salah satu hari besar umat Islam yang sarat dengan nilai pengorbanan, keikhlasan, serta semangat berbagi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Iduladha menjadi salah satu hari besar umat Islam yang sarat dengan nilai pengorbanan, keikhlasan, serta semangat berbagi.
Momen ini dirayakan dengan penyembelihan hewan kurban dan pelaksanaan salat Iduladha secara berjemaah, yang menjadi simbol ketaatan kepada Allah SWT.
Salah satu tradisi yang tak pernah absen dalam menyambut hari raya Iduladha adalah mengumandangkan Takbir sejak malam hingga pagi hari sebelum salat.
Takbir menjadi bentuk syukur dan pengagungan kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan. Gema Takbir yang berkumandang di masjid, musala, hingga pelosok kampung menghadirkan suasana religius dan menggugah hati.
Suasana malam Iduladha pun terasa lebih hidup. Umat Islam dari berbagai kalangan berkumpul untuk bertakbir bersama, menciptakan kebersamaan yang hangat.
Semangat kebersamaan ini tak hanya mempererat tali silaturahmi, namun juga memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
Seperti dilansir dari RRI.co.id, berikut adalah bacaan Takbir dan Zikir yang lazim dibaca saat Malam Takbiran:
Bacaan Takbir:
اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Bacaan Zikir:
اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Takbiran bukan sekadar ritual, tapi menjadi bentuk nyata dari kesadaran spiritual umat Islam dalam mengingat kebesaran Allah. Melalui lantunan Takbir dan Zikir yang menggema di malam Iduladha, hati menjadi tenteram, dan lingkungan pun diselimuti aura keberkahan.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

