Merugi Kelola Rest Area Puncak, PT Sayaga Wisata Bisa Pertimbangkan Alternatif Solusi Ini
Terus meruginya PT Sayaga Wisata dalam mengelola Rest Area Puncak Cisarua menjadi perhatian Wasekjen DPN Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Dodi Achdi Suhada.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, ID - Terus meruginya PT Sayaga Wisata dalam mengelola Rest Area Puncak Cisarua menjadi perhatian Wasekjen DPN Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Dodi Achdi Suhada.
Dodi yang sejak 2017 mengadvokasi ratusan pedagang kaki lima (PKL) Puncak itu pun mengusulkan pengubahan nama Rest Area Puncak menjadi Kampung Wisata, UMKM dan Kuliner Puncak.
Sebab, dengan nama Rest Area Puncak itu pengelola dikenakan tarif lebih tinggi untuk langganan listrik ke pihak PLN dan air ke Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.
Saat ini, kata Dodi, pengelola dikenakan tarif industri baik listrik maupun air, hingga biaya operasional Rest Area Puncak membengkak.
"Agar tidak dikenakan tarif industri menjadi tarif UMKM atau rumah tangga, maka saya mengusulkan pengubahan nama ke Bupati Bogor Rudy Susmanto dari Rest Area Puncak menjadi Kampung Wisata UMKM dan Kuliner Puncak. Dengan diubahnya nama tersebut, bisa menekan biaya operasional dan kerugian yang dialami oleh PT Sayaga Wisata," katanya kepada wartawan, Rabu 17 Desember 2025.
Dengan terpangkasnya biaya operasional, politisi PDIP itu pun menyakini PT Sayaga Wisata bisa berbuat lebih banyak atau maksimal lagi dalam mengelola salah satu ikon objek wisata Puncak tersebut.
"Kami yakin, dengan ditekannya biaya operasional tersebut, PT Sayaga Wisata bisa lebih kreatifitas dalam mengelola Kampung Wisata UMKM dan Kuliner Puncak hingga ramai dikunjungi wisatawan, dan meningkatkan ekonomi pedagang," tukas Dodi.
Editor : Doni Ramdhani

