Meski BBM Naik, Antrean di Sejumlah SPBU di KBB Tetap Normal

Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM dikeluhkan semua kalangan masyarakat kendati begitu antrean di SPBU tetap normal

Meski BBM Naik, Antrean di Sejumlah SPBU di KBB Tetap Normal
Antrean kendaraan di salah satu SPBU di KBB masih terlihat normal meski harga pertamax naik.

INILAHKORAN, Ngamprah - Kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM kembali membuat masyarakat meradang.

Seperti diketahui harga BBM jenis Pertamax RON 92 resmi naik per 1 April 2022 menjadi Rp12.500/liter dari sebelumnya Rp9.000/liter. Sementara Pertalite RON 90 harganya Rp7.650/liter, Pertamax Turbo Rp14.500, dan Solar Rp5.150/liter.

Kendati demikian, kondisi antrean kendaraan yang mengisi BBM di sejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpantau normal.

Baca Juga: Pakar Kebijakan Publik Kritisi Samisane, Ini Pointernya

Bahkan, tidak ada antrean kendaraan yang mengular panjang dikarenakan adanya migrasi penggunaan BBM jenis tertentu.

Seperti terpantau di SPBU 34.40507 Jalan Raya Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, antrean kendaraan yang mengisi BBM normal seperti hari-hari biasanya. Begitupun di SPBU 34.40513 yang berada di Jalan Raya Caringin, Kecamatan Padalarang, KBB, kondisinya ramai lancar.

Kendaraan yang akan mengisi BBM baik jenis Pertalite, Solar, maupun Pertamax tidak terlalu mengantre. Kalaupun ada antrean dipengisian BBM jenis Solar, karena rata-rata pengisian truk yang jumlah liternya banyak. Sementara pengisian Pertamax banyak didatangi mobil, sementara pengguna motor dominan mengisi Pertalite.

Baca Juga: Rumahnya Dieksekusi, Pensiunan PNS Polri Ini Merasa Dizalimi

"Kondisi kendaraan yang isi BBM ke sini normal seperti hari-hari biasa, tidak ada lonjakan pengisian untuk BBM tertentu, khususnya Pertalite," kata Pengawas SPBU 34.40513 di Jalan Raya Caringin, Kecamatan Padalarang, KBB, Dwi.

Menurutnya, sejak adanya keputusan dari pemerintah yang menaikan harga harga BBM jenis Pertamax pada Jumat (1/4/2022) lalu, pengisian BBM jenis Pertalite tidak melonjak signifikan.

"Sehingga kita pun tidak meminta tambahan pengiriman ke pihak pertamina. Itu mencirikan jika tidak terjadi peralihan konsumen pengguna Pertamax yang beralih ke Pertalite secara signifikan," tuturnya.

Baca Juga: BAZ Kabupaten Cirebon Kembali Kucurkan Bantuan Rp107 Untuk Berbagai Kegiatan Sosial

Kalaupun ada jumlahnya tidak banyak, sambung dia, sebab selama ini pengguna BBM Pertamax kebanyakan adalah pengguna kendaraan roda empat. Sementara pengguna motor sebagian besar menggunakan Pertalite.

"Kalau di sini stok Pertalite setiap hari antara 16.000 sampai 24.000 liter, untuk Pertamax dan Solar gak jauh beda. Tapi itu juga tergantung permintaan dari kami, tapi sejak kenaikan normal-normal saja," sebutnya.

Salah seorang pengguna mobil Rizki (33) mengatakan, tetap lebih nyaman menggunakan BBM Pertamax untuk kendaraan pribadinya. Sebab selama ini sejak awal kendaraannya dibeli, BBM yang dipergunakan adalah Pertamax.

Baca Juga: BAZ Kabupaten Cirebon Kembali Kucurkan Bantuan Rp107 Untuk Berbagai Kegiatan Sosial

"Dari awal pake Pertamax, mau ganti ke RON yang rendah rasanya gak pede. Paling saya belinya dikurangi literannya, karena harga naik," ujarnya.*** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran