Meski Buka Lapak Pinggir Jalan, Siapa Sangka Penjual Layangan Ini Punya Enam Pegawai

Rudi Hartono (35), perajin dan penjual layang-layang unik dari Tasikmalaya, Usai di PHK dari sebuah perusahaan travel wisata, ia mendapat.

Meski Buka Lapak Pinggir Jalan, Siapa Sangka Penjual Layangan Ini Punya Enam Pegawai
Rudi Hartono (35), perajin dan penjual layang-layang unik dari Tasikmalaya.

INILAHKORAN, Ngamprah - Menjadi pengangguran merupakan mimpi buruk bagi semua orang, terlebih bagi mereka yang sudah berkeluarga.

Desakan kebutuhan ekonomi bisa membuat seseorang gelap mata hingga nekat melakukan apa saja demi memenuhi kebutuhan hidup.

Namun berbeda dengan cara berpikir Rudi Hartono (35), perajin dan penjual layang-layang unik dari Tasikmalaya.

Baca Juga: Pandemi Jadi Inspirasi, Penjual Layang-layang 'Kunti' Raup Omzet Ratusan Ribu dalam Sehari

Usai di PHK dari sebuah perusahaan travel wisata, ia mendapat inspirasi untuk berwirausaha menjual layang-layang unik yang terbuat dari jenis kain parasut dengan berbagai motif unik, seperti superhero, kuntilanak, pocong dan berbagai binatang.

Kendati dijual dipinggir Jalan Raya Cimareme, tepatnya di bawah Tol Purbaleunyi, omzet yang didapat per hari bisa mencapai Rp200-300 ribu.

Rudi mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19 sangat luar biasa, hingga keluarga pun menjadi korban.

Baca Juga: Saung Udjo Buka Kembali, Saatnya Ngangklung Lagi, Syarat Masuknya Begini

"Jadi, sebenarnya cari kerjaan susah, kita harus cari motivasi sendiri. Inovasi apa yang harus kita lakukan agar dapat penghasilan," ungkapnya kepada INILAHKORAN, Kamis, 9 September 2021.

Ia mengaku, usaha yang dirintisnya sudah berjalan selama 2 tahun. "Awalnya cuma sampingan, namun kalau kita fokus ini bisa jadi salah satu pekerjaan yang hasilnya memuaskan," ujarnya.

Ia menuturkan, dibandingkan dengan pekerjaan sebelumnya, berjualan layang-layang unik seperti ini bisa menghasilkan pendapatan lebih lantaran banyak pedagang-pedagang lain yang mau berjualan layang-layang ini.

Baca Juga: HKTI dan BNI Siap Bantu Permodalan Petani di Masa Pandemi Covid-19

"Untuk perajin juga ada, namun sebagian juga saya bikin sendiri cuma lebih enak berjualan langsung," ucapnya.

Bahkan, kata dia, saat ini sudah ada enam orang yang mengikuti jejaknya berjualan layang-layang.

"Alhamdulillah, saat ini sudah ada 5-6 orang yang ikut berjualan layang-layang. Sistemnya, saya berikan barang, kalau ada yang laku setor, kalau engga bisa dikembalikan," katanya.

Ia menjelaskan, layang-layang yang dijualnya dikirim dari Jawa. Sementara untuk harga, layang-layang unik ini dijual berdasarkan motif dan ukuran.

"Untuk kisaran harga, layang-layang ini dijual mulai dari kisaran Rp30 ribu, Rp50 ribu, Rp60 ribu sampai Rp70 ribu," jelasnya.

Ia berharap, ke depan usaha layang-layang unik yang dirintisnya bisa lebih maju dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang masih menganggur.

"Di kampung, saya juga sedikit-sedikit membantu warga yang nganggur dan memberikan kesempatan kerja. Saya berniat untuk membuka lapangan kerja lebih banyak untuk para pengangguran," tandasnya. (agus satia negara).***


Editor : inilahkoran