Miliki Pengikut 15 Juta Orang di Medsos, Ridwan Kamil Bakal Promosikan Produk Industri Kulit Garut
Ridwan Kamil menunjukkan keberpihakan kepada industri kulit Garut agar tumbuh dan maju. Dia siap mempromosikan melalui media sosialnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Garut - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menunjukkan keberpihakan kepada para pelaku usaha industri kulit Garut agar usahanya tumbuh dan maju.
Bahkan, Ridwan Kamil mengaku siap mempromosikan produk hasil industri kulit Garut itu di platform digital. Dia buka-bukaan, jumlah pengikutnya di media sosial hingga saat ini mencapai 15 juta orang.
"Saya siap untuk memasarkan produknya. Tapi, tentunya produk industri kulit Garut itu harus sesuai dengan selera pasar. Nanti saya posting, pengikut saya sudah ada 15 juta orang," kata Ridwan Kamil di Sukaregang Kabupaten Garut, Kamis 6 Januari 2022.
Baca Juga: Ridwan Kamil Dorong Pelaku Industri Kulit Garut Bidik Pasar Lebih Luas
Dia menyebutkan, desain produk industri kulit Garut di Sukaregang sejauh ini tak banyak inovasi. Itu diakuinya menjadi salah satu permasalahan yang menyebabkan produk lokal itu tak tumbuh dan berkembang.
Ridwan Kamil menyebutkan, hal itu bisa dilihat dari desain untuk produk yang sama di beberapa toko kerajinan kulit hampir semuanya mirip. Dengan kata lain, salah satu persoalan dalam penjualan yakni produk yang tidak sesuai dengan selera pasar saat ini.
"Untuk itu, saya tawarkan kalau ada pengusaha kulit yang mau berkolaborasi memproduksi desain Ridwan Kamil, saya tunggu," katanya.
Baca Juga: Forum Barber Asgar Dukung Ridwan Kamil Maju Pilpres 2024
Ridwan Kamil menegaskan tak akan memungut biaya sepeser pun bagi pelaku usaha industri kulit Garut yang ingin produknya didesain khusus.
"Kalau mau silakan, saya minta daftarnya berapa toko yang mau memproduksi barang yang saya buat desainnya mulai dari dompet, tas wanita, sepatu, jaket yang semuanya berbahan dasar kulit Garut," ujarnya.
Menurutnya, Pemprov Jabar berencana akan membentuk lembaga yang bertugas mengembangkan tren desain produk kerajinan kulit. Dia berjanji, kalau perajin industri kulit Garut bisa kompak setiap tahun akan ada tren berbeda. Desain yang akan terus berubah menyesuaikan kebutuhan itu akan menjadikannya sebagai trendsetter.
Baca Juga: Parodi Noah Band, Ridwan kamil dari Nyopet hingga Nyolong Eskrim
Selain itu, Ridwan Kamil menyebutkan limbah pasca produksi industri kulit Garut merupakan masalah yang menjadi faktor penyebab pencemaran lingkungan.
Namun, dari permasalahan yang dihadapi industri kulit Garut itu aspek pemasaran yang harus segera diubah. Sebab, para pelaku industri kulit Garut di Sukaregang diakuinya masih kurang memahami bagaimana memasarkan produk secara digital.
"Mayoritas, pelaku usaha industri kulit Garut masih menjual produknya secara konvensional," imbuhnya.
Baca Juga: Penjual Sayur Adaptasi Digital, Omzet Titin Bisa Mencapai Rp90 Juta per Bulan
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Moh Arifin Soedjayana mengatakan di Satuan Pelayanan Pengembangan Industri Perkulitan Garut itu pihaknya memberikan layanan 7 permesinan pendukung.
"Tahun 2021, layanan permesinan di satuan pelayanan perkulitan ini memberikan pelayanan tertinggi yang mencapai 774 pelayanan," katanya.
Tingginya layanan ini menurutnya menunjukan besarnya kebutuhan para pelaku usaha kulit di Garut menggunakan mesin di satuan pelayanan yang diampu Bidang Industri Pangan dan Olahan Kemasan (IPOK) tersebut.
"Dalam rangka pemulihan ekonomi, kami terus berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha di Jawa Barat, salah satunya industri kulit Garut di Sukaregang," kata Arifin. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : inilahkoran


