Miliki SPKUA, DLH Bisa Pantau Kualitas Udara di KBB dengan Radius 5 Kilometer 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini memiliki Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKUA) yang berfungsi sebagai alat pemantauan kualitas udara ambien yang tergambar dalam Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Miliki SPKUA, DLH Bisa Pantau Kualitas Udara di KBB dengan Radius 5 Kilometer 
SPKUA di KBB itu beroperasi dengan memantau kualitas udara berupa konsentrasi parameter Particulate Matter (PM2,5), PM10, Nitrogen Dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2), Carbon Monoksida (CO), Hidrokarbon (HC), dan Ozon (O3). (agus satianegara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini memiliki Stasiun Pemantau kualitas udara Ambien (SPKUA) yang berfungsi sebagai alat pemantauan kualitas udara ambien yang tergambar dalam Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

SPKUA di KBB itu beroperasi dengan memantau kualitas udara berupa konsentrasi parameter Particulate Matter (PM2,5), PM10, Nitrogen Dioksida (NO2), Sulfur Dioksida (SO2), Carbon Monoksida (CO), Hidrokarbon (HC), dan Ozon (O3).

"se-Indonesia ada 50 SPKUA untuk memamtau kualitas udara, di Jawa Barat ada tujuh SPKUA dan salah satunya di KBB," kata Staf Bidang P2KL DLH KBB Heru, Jumat 12 Juli 2024.

Heru menjelaskan, alat tersebut dikenal dengan sebutan Air Quality Monitoring Station (AQMS) dan terdiri dari perangkat peralatan pemantauan kualitas udara ambien yang beroperasi secara terus menerus dan datanya dapat dipantau secara langsung. 

"ISPU dari hasil pemantauan AQMS dapat diakses melalui sebuah aplikasi berbasis android yang diluncurkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)," jelasnya.

"Aplikasi yang diluncurkan kepada masyarakat tersebut dinamakan ISPU Net," sebutnya.

Melalui ISPU Net ini, terang Heru, masyarakat dapat mengetahui kondisi kualitas udara secara realtime di seluruh Indonesia. 

"Data ISPU Net merupakan data yang dihitung dari hasil pemantauan AQMS yang sudah terpasang di beberapa daerah di Indonesia," terangnya.

"ISPU Net tidak hanya menampilkan kondisi kualitas udara, juga meliputi berbagai data lainnya seperti nilai kritis parameter, nilai kelembaban udara, suhu udara, tekanan udara, dan grafik parameter," sambungnya.

Lebih lanjut Heru menjelaskan,  SPKU di Kabupaten Bandung Barat bisa memantau kondisi udara hingga radius 5 kilometer dengan diameter dari titik pusat 10 kilometer.

"Hasil pemantauan kualitas udara di Kabupaten Bandung Barat sejauh ini berada di kategori sedang. Insyaallah kualitas udara di KBB sudah di atas target KLHK," ucapnya.

Heru menambahkan, aplikasi ISPU Net dapat di unduh melalui Play Store yang terdapat pada smartphone berbasis android. Adapun dalam mengetahui kondisi kualitas udara ditentukan berdasarkan kategori ISPU yang dilihat dari status warna. 

"Kualitas udara dengan kategori Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat, Berbahaya secara berturut-turut diwakili oleh warna Hijau, Biru, Kuning, Merah, dan Hitam," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani