Mimpi Besar Xavi Espart Tertahan Cedera
BAGI Xavi Espart, musim ini seharusnya menjadi kesempatan untuk membuktikan diri di panggung tertinggi bersama Barcelona.Namun cedera mengubah segalanya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Cedera tersebut datang pada momen yang menyakitkan.Espart mengalaminya ketika Barcelona menghadapi rival abadi mereka, Real Madrid, dalam laga El Clasico di Stadion Camp Nou, Senin (26/10).
Pertandingan yang berakhir dengan kekalahan 1-2 bagi Barcelona itu menjadi malam yang ingin segera dilupakan sang pemain berusia 19 tahun itu.
Insiden terjadi saat laga baru berjalan 29 menit.
Espart terjatuh dan tampak mengalami masalah pada pergelangan kaki kanannya.
Ia akhirnya tidak mampu melanjutkan pertandingan dan harus ditarik keluar untuk digantikan Alejandro Balde.
Melalui pernyataan resmi pada Senin (26/10), Barcelona mengonfirmasi kondisi pemain jebolan akademi La Masia tersebut.
Perkiraan masa pemulihan selama tujuh pekan membuat Espart berpotensi melewatkan sembilan pertandingan bersama tim utama.
Bukan sekadar kehilangan waktu bermain, cedera ini juga menghambat momentum seorang pemain muda yang tengah berusaha mengukuhkan tempatnya di skuad utama Barcelona.
Espart bukan lagi sekadar nama dari akademi La Masia yang menunggu kesempatan. Musim ini, ia perlahan menunjukkan bahwa dirinya layak mendapat kepercayaan pelatih Hansi Flick.
Pemain kelahiran 2007 itu telah menjadi starter dalam sembilan pertandingan di Liga Spanyol dan Liga Champions. Catatan tersebut menjadi gambaran bagaimana perannya semakin penting di tengah persaingan ketat untuk mendapatkan tempat di tim utama Barcelona.
Menariknya, posisi asli Espart adalah gelandang. Namun, fleksibilitas membuatnya mampu menjalankan tugas sebagai bek sayap kanan maupun kiri.
Kemampuan membantu serangan, menjaga keseimbangan permainan, serta mendukung strategi berbasis penguasaan bola menjadikannya opsi berharga bagi Flick.
Kepercayaan itu juga tercermin dari penampilannya di sejumlah pertandingan besar. Ketika Barcelona menghadapi Paris Saint- Germain di Liga Champions, Espart berhasil mencetak gol pertamanya di kompetisi tersebut, meski timnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-4.
Gol itu menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan awal kariernya di level tertinggi. Di usia ketika banyak pemain muda masih berjuang menembus tim utama, Espart sudah mendapatkan kesempatan untuk tampil dan memberikan kontribusi dalam pertandingan besar.
Bersama Pau Cubarsi, Lamine Yamal, dan Marc Bernal, ia menjadi bagian dari generasi muda jebolan La Masia yang mulai menunjukkan potensi untuk menjadi tumpuan Barcelona di masa depan.
Sayangnya, perkembangan positif tersebut kini harus terhenti sementara.
Dengan perkiraan absen selama tujuh pekan, Espart terancam melewatkan sejumlah pertandingan penting, termasuk lawatan ke markas Atletico Madrid pada 8 November serta laga Liga Champions melawan Aston Villa dan Manchester City.
Bagi pemain muda yang sedang membangun kepercayaan diri dan berusaha mempertahankan tempat di tim utama, periode absen ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Ia harus menjalani pemulihan, menjaga kondisi fisik, dan kembali bersaing setelah dinyatakan siap bermain.
Di sisi lain, cedera Espart juga menambah persoalan bagi Barcelona.
Lini belakang tim asuhan Flick sedang menghadapi masalah kebugaran pemain, dengan Andreas Christensen, Jules Kounde, dan Eric Garcia turut mengalami cedera. (bsf )
Editor : Inilahkoran
