Misi Mulia Puluhan Dai di Bogor, Lewat Dakwah Bangun Kesadaran Ekologis Umat

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim membuka acara pelatihan dai lingkungan dengan tema 'membangun kesadaran ekologis umat melalui mimbar umat' di ruang Gardenia

Misi Mulia Puluhan Dai di Bogor, Lewat Dakwah Bangun Kesadaran Ekologis Umat
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim membuka acara pelatihan dai lingkungan dengan tema 'membangun kesadaran ekologis umat melalui mimbar umat' di ruang Gardenia

INILAHKORAN.ID-  Wali Kota Bogor Dedie A Rachim membuka acara pelatihan Dai lingkungan dengan tema 'membangun kesadaran ekologis umat melalui mimbar umat' di ruang Gardenia, Sekolah Bisnis IPB University (SB-IPB), Kecamatan Bogor Tengah pada Rabu 25 Desember 2025. 

Acara kolaborasi antara DKM Masjid Al-Hurriyah IPB dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor menghadirkan 50 Dai dan khatib. 

"DKM Al-Hurriyah IPB bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, menyelenggarakan secara khusus pelatihan Dai dan khatib. Seperti kita ketahui, tadi Pak Wali menyampaikan contoh-contoh konkret ya, bagaimana yang terjadi di sekitar Bogor," ungkap Plh Rektor IPB University yang juga Wakil Rektor IV Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni IPB University Prof. Dr. Ir. Iskandar Z Siregar.

​Iskandar memaparkan, perlu ada perubahan mendasar di masyarakat dengan melibatkan peran Dai dan khatib sebagai penyampai pesan.

"Kami di bidang pendidikan tinggi atau universitas dan juga dari Pemkot Bogor bekerja terus secara giat, secara bersama-sama, untuk bisa merealisasikan sehingga alam kita menjadi lestari. Jadi kami berharap lebih banyak lagi pelatihan-pelatihan, refreshing lah mungkin bagi para Dai dan khatib ini. Sehingga mereka bisa memberikan materi-materi motivasi mulai dari level anak kecil, dan bahkan sampai orang dewasa juga, agar mereka mulai sadar lingkungan," jelasnya. 

Dedie menjelaskan acara ini sejalan dengan program Pemkot Bogor yang baru saja menandatangani kesepakatan dengan Pemkab Bogor untuk bersama-sama membangun Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 

Akan tetapi dari kapasitas, kalau timbulan sampahnya sekitar 3.500, yang bisa terolah itu hanya sekitar maksimum 2.000. Artinya masih ada 1.500 timbulan sampah yang harus dikelola. 

"Artinya bukan hanya apa namanya, menyiapkan instalasi untuk pengolahan sampah menjadi listrik saja, tetapi menimbulkan juga kesadaran di masyarakat untuk bagaimana mengelola sampah dengan baik, bijak dari rumah, dari hulu ya. Kemudian juga ke depan juga tentu perilaku buang sampah sembarangan juga tidak boleh terjadi lagi. Jadi di satu sisi di pemerintahan, kemudian juga seluruh stakeholder sudah berusaha untuk mengatasi persoalan sampah," ungkap Dedie. 

"Ya tentunya mulai dari rumah, dari rumah tangga, dari individu, dari pribadi-pribadi juga harus timbul kesadaran agar sampah bukan lagi jadi isu, tetapi bagaimana kita olah sampah ini menjadi bermanfaat untuk semua," tegas Dedie.***


Editor : Bsafaat