Motif Gelap Kasus Penganiayaan Tukang Bakso, Polisi Dalami Dugaan Pelecehan
Kasus penganiayaan dan penculikan tukang bakso di Tasikmalaya terus didalami, termasuk dugaan pelecehan yang disebut jadi pemicu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kasus dugaan penganiayaan yang berujung penculikan terhadap seorang tukang bakso di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, memasuki tahap pendalaman lanjutan.
Polisi juga menaruh fokus pada dugaan pelecehan yang disebut-sebut menjadi pemicu peristiwa tersebut.
Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota masih terus mendalami adanya dugaan pelecehan dalam kasus tersebut. Hingga saat ini, belum ada kesimpulan terkait benar atau tidaknya dugaan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, mengatakan proses penyelidikan masih berjalan dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti serta keterangan yang cukup.
“Masih pendalaman, masih belum dapat clue, mohon waktu,” ujarnya. Jumat, (24/4/2026)
Dalam proses ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi untuk memperjelas kronologi dan motif kejadian. Seorang perempuan berinisial E hingga kini masih berstatus sebagai saksi.
“Kalau sudah dianggap cukup, mungkin kita gelar nanti,” tambahnya.
Herman menyebutkan, sejauh ini ada lima saksi yang telah dimintai keterangan. Namun, pihaknya belum merinci identitas maupun peran masing-masing saksi dalam perkara tersebut.
“Kurang lebih lima orang, tapi detailnya nanti kita update lagi siapa saja yang diperiksa,” katanya.
Sementara itu, terkait perkara utama, polisi telah menetapkan empat tersangka dalam kasus penganiayaan yang berujung penculikan tersebut.
Meski begitu, penyidik masih terus mengembangkan kasus, khususnya untuk mengungkap apakah dugaan pelecehan benar menjadi latar belakang kejadian.
Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan profesional. Masyarakat diminta bersabar menunggu hasil pendalaman yang saat ini masih berlangsung.
Kasus ini bermula dari dugaan penganiayaan yang disertai aksi membawa paksa seorang pedagang bakso bernama Sutarno (48), Minggu (19/4/2026) malam.
Korban sempat ditemukan dalam kondisi lemas bersama keponakannya di wilayah Kampung Benda, Kecamatan Cipedes, beberapa jam setelah kejadian.
Tak hanya itu, perkara ini berkembang setelah muncul laporan dari perempuan yang mengaku korban dugaan pelecehan dalam insiden awal. Namun, hingga kini, laporan tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh penyidik.
“Kalau untuk yang perempuan masih pendalaman. Ini masih mengumpulkan saksi-saksi,” kata Herman.
Dia menegaskan, dari total pihak yang terlibat, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan. Seorang perempuan masih diselidik terkait dugaan pelecehan.
“Empat orang yang sudah ditetapkan tersangka, satu yang perempuan masih dalam penyelidikan,” tambahnya.
Kedua belah pihak saling melaporkan atas kejadian tersebut. Di satu sisi, korban melaporkan dugaan penganiayaan, sementara di sisi lain terdapat laporan dugaan pencabulan yang masih belum memiliki cukup bukti kuat sebagai tindak pidana. ***
Editor : Gin gin T Ginulur


