Viral! Kronologi Gerombolan Pria Lakukan Pelecehan Verbal di Kereta Api
Viral peristiwa pelecehan oleh segerombolan pria di dalam kereta api lokal rute Garut–Purwakarta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Jagat maya kembali dihebohkan oleh aksi pelecehan verbal (catcalling) yang terjadi di dalam transportasi publik.
Sebuah unggahan dari akun @maudyphoenix viral setelah membagikan pengalaman traumatis para penumpang perempuan yang menjadi korban pelecehan oleh segerombolan pria di dalam kereta api lokal rute Garut–Purwakarta.
Aksi tidak terpuji tersebut memicu kericuhan di dalam gerbong hingga membuat petugas keamanan mengambil tindakan tegas dengan menurunkan paksa para pelaku.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Toilet Gerbong
Menurut laporan korban, peristiwa bermula ketika kondisi kereta api dari arah Cicalengka sudah sangat padat, menyebabkan banyak penumpang harus berdiri di dekat area toilet gerbong.
Di lokasi yang sama, terdapat segerombolan pria (sekitar 7–8 orang menggunakan sarung dan peci, serta 3 orang membawa tas carrier) yang mulai melontarkan kalimat-kalimat tidak senonoh secara berulang.
Beberapa kalimat pelecehan verbal yang mereka teriakan di antaranya:
"Ada yang ke toilet gak, tapi perawan aja. Jangan buka pintu kereta kecuali perawan."
Ketika seorang penumpang perempuan hendak ke toilet, mereka mengintimidasi dengan ucapan, "Teh pipisnya disiram gak? Teh kalau pipis jangan ditutup pintunya, Teh pipisnya mau ditemenin gak?"
Hingga kalimat ekstrem, "Awas teh ada musang birahi, musang birahi saya jadi bangun."
Mendengar ucapan tersebut, salah satu korban sempat menegur keras pelaku dengan meneriakkan, "Gak sopan banget!"
Kericuhan di Dalam kereta dan Respon Petugas
Setelah gerombolan pelaku pindah masuk ke dalam gerbong untuk mencari tempat duduk, sejumlah penumpang perempuan bersama beberapa mahasiswa langsung melaporkan tindakan catcalling tersebut kepada satpam kereta.
Mendapat laporan tersebut, pihak Satpam, Masinis, dan Pramugara langsung mendatangi gerombolan pelaku untuk memberikan teguran keras. Situasi sempat memanas dan memicu kericuhan di dalam gerbong karena banyaknya saksi yang ikut geram.
Bahkan, beberapa penumpang yang emosional sempat meneriaki pelaku sebagai "pria cabul", meminta mereka turun, hingga terjadi aksi pemukulan (menampar mulut pelaku) oleh penumpang yang emosi.
Pelaku Diturunkan Paksa di Stasiun Kiaracondong
Untuk mencegah keributan yang lebih besar dan menjamin kenyamanan penumpang lain, petugas mengambil langkah tegas. Segerombolan pelaku tersebut akhirnya diturunkan paksa di Stasiun Kiaracondong, Bandung, untuk diproses lebih lanjut.
Pihak satpam dan pramugara kereta juga telah meminta identitas pelapor, korban, serta beberapa saksi di lokasi karena pihak korban berkomitmen tidak menerima tindakan tersebut dan meminta kasus diproses secara hukum.
Editor : Firda Rachmawati


