Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, Pemprov Jabar: Masih Berproses

Dugaan pelecehan seksual Sekpri Wabup Sumedang masih diinvestigasi Pemprov Jabar. Fajar Aldila membantah tudingan dan siap menempuh jalur hukum.

Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, Pemprov Jabar: Masih Berproses
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman

INILAHKORAN.ID - Misteri dugaan pelecehan seksual yang menimpa Sekretaris Pribadi (Sekpri) Wakil Bupati Sumedang berinisial RY, masih menunggu titik terang. 

Dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Wabup Sumedang M Fajar Aldila ini ditegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih dalam proses.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, proses investigasi belum berhenti dan masih berlangsung di bawah koordinasi tim yang dibentuk Inspektorat Jabar.

"(Proses investigasi) Masih berproses," ujar Herman, Rabu (9/9/2026).

Meski memastikan pemeriksaan terus berjalan, Herman belum bersedia membeberkan perkembangan terbaru maupun jadwal penyampaian hasil investigasi kepada masyarakat.

Kasus yang menjadi perhatian luas tersebut sebelumnya mendapat atensi langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menegaskan, investigasi dilakukan secara menyeluruh agar kesimpulan yang dihasilkan benar-benar berdasarkan fakta hasil pemeriksaan.

Tim investigasi tidak hanya memanggil Wakil Bupati Sumedang, tetapi juga pihak-pihak yang dinilai memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut, termasuk Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, asisten pribadi berinisial R, hingga istri Fajar Aldila.

"Semua pihak kita periksa. Bupatinya, kemudian asistennya ya, asprinya, kemudian istrinya, semuanya kita periksa untuk mendapat penjelasan," kata Dedi.

Dedi optimistis, proses investigasi dapat segera dituntaskan dan hasilnya akan dibuka kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah.

Sementara itu, Fajar Aldila tetap membantah tudingan yang diarahkan kepadanya. Di tengah proses investigasi yang berjalan, dia memilih fokus menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Sumedang dibanding terus memberikan klarifikasi atas isu yang beredar.

"Kalau ditanya, saya lebih baik milih kerja daripada terus klarifikasi, klarifikasi," katanya.

Fajar juga menegaskan, tidak menutup kemungkinan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum apabila ditemukan unsur pencemaran nama baik.

"Tentu nanti kita ambil tindakan hukum, saya hanya ingin fokus. Kalau ya ditemukan ada pencemaran nama baik, ya kita tempuh jalur hukum," tegasnya.

Dia mengaku siap menjalani seluruh tahapan pemeriksaan dan mendukung proses pengungkapan fakta yang dilakukan tim investigasi.

"Gak apa-apa diperiksa, kita juga tidak akan ada yang ditutup-tutupi, biar asumsi warga tidak kemana-mana," ucap dia.

Sisi lain, RY yang disebut-sebut sebagai korban juga membantah berbagai tudingan yang beredar. Ia menegaskan tidak pernah mengalami pelecehan seksual, penganiayaan maupun penyekapan seperti yang ramai diberitakan.

"Tidak ada kejadian apa-apa. Tidak ada penganiayaan dan penyekapan, apalagi pelecehan," katanya.

Hingga kini, hasil investigasi resmi masih dinantikan publik. Temuan tim Pemprov Jawa Barat akan menjadi penentu untuk menjawab berbagai spekulasi yang berkembang, sekaligus memberikan kepastian atas kasus yang sempat menghebohkan Kabupaten Sumedang tersebut. 


Editor : Ahmad Sayuti