Museum Pajajaran Dibuka untuk Umum, 33 Benda Koleksi Fadli Zon Terpajang

Usai diaktivasi saat HJB ke-544, sebanyak 33 benda koleksi milik Fadli Zon dan 37 benda pusaka lainnya bisa dilihat masyarakat di Museum Pajajaran. 

Museum Pajajaran Dibuka untuk Umum, 33 Benda Koleksi Fadli Zon Terpajang
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan jajaran Pemkot Bogor saat melihat koleksi Museum Pajajaran, Kamis (4/6/2026). (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Usai diaktivasi saat HJB ke-544, sebanyak 33 benda koleksi milik Fadli Zon dan 37 benda pusaka lainnya bisa dilihat masyarakat di Museum Pajajaran

"Kemarin Museum Pajajaran sudah diaktivasi. Terima kasih kepada seluruh pendukung, terutama yang sudah menghibahkan, meminjamkan, dan memberikan koleksi artefak maupun benda-benda yang berkaitan dengan Kerajaan Pajajaran," kata Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Kamis (4/6/2026). 

Menurutnya, di Museum Pajajaran itu terdapat total sekitar 80an koleksi. Plus, materi display perjalanan sejarah dan storyline Kerajaan Pajajaran yang dikerjasamakan dengan Universitas Padjadjaran (Unpad). 

"Ada pusaka, alat musik, juga buku History of Pasundan buku langka dari Pak Fadli Zon yang terbit tahun 1811," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Kota Bogor Firdaus mengatakan usai proses aktivasi koleksi Museum Pajajaran akan terus ditambah. Sambil proses tersebut berjalan, museum akan dibuka untuk umum satu kali dalam sepekan. 

Hal ini dilakukan sembari melanjutkan penambahan koleksi, melihat animo masyarakat, serta melengkapi berbagai kebutuhan museum. 

"Jadi setelah aktivasi kemarin, sambil melihat animo masyarakat, kami juga terus melakukan tata kelola museum untuk memperbanyak koleksi serta menjaga dan meningkatkan keamanan sebagai bagian dari upaya pelestarian. Sehingga museum ini akan semakin kaya akan nilai sejarah," terangnya.

Firdaus menerangkan, penataan dan pengembangan Museum Pajajaran diawali dengan pelestarian Prasasti Batutulis melalui revitalisasi cungkup yang dilakukan Kementerian Kebudayaan. Selanjutnya, ruang pamer, tata pamer, dan interior mulai tersedia bersamaan dengan pameran yang beberapa waktu lalu digelar Kementerian Kebudayaan.

"Selain itu, kami juga melakukan berbagai perbaikan aksesibilitas, baik di luar maupun di area halaman museum," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani