INILAH, Bogor - Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) Kota Bogor menolak adanya LGBT di Kota Bogor khususnya di taman-taman ataupun sepanjang pedestrian Kota Bogor.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, Muspida sepakat berkolaborasi dengan alim ulama, habaib, pondok pesantren dan semua elemen masyarakat untuk memberantas kemaksiatan di Kota Bogor, diharapkan bisa diberantas sampai akar-akarnya.
"Salah satu yang ditolak adalah LGBT, kami sepakat memberantas LGBT, prostitusi online dan hal lainnya berkaitan dengan kemaksiatan," ungkapnya di hadapan ribuan massa aksi demo Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) Jum'at (9/11) sore.
Bima melanjutkan, untuk antisipasi LGBT, pihaknya dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor tengah merumuskan Perda ketahanan keluarga.
Hal ini cocok untuk menguatkan keluarga hingga kemaksiatan bisa diminimalisir dan diberantas. "Kami sudah bahas, mudah-mudahan hasilnya maksimal. Karena ada Perda yang mengantisipasi hal itu," tambahnya.
Bima mengaku, dirinya juga segera berikhtiar untuk menutup dan memblokir halaman atupun situs yang membuka prostitusi online.
Aparatur wilayah juga akan diberdayakan lebih intens mengawasi apartemen restoran dan hotel agar tidak ada kemaksiatan dan agar tidak ada LGBT.
"Insya Allah langkah peserta aksi hari ini akan dicatat sebagai ladang amal, kita sudah sepakat bersama-sama menolak LGBT," katanya.
Bima menjelaskan, menyangkut banyaknya LGBT di pedestrian dan taman, Pemkot Bogor dalam membangun taman diikuti dengan pengawasan dan pemeliharaannya.
"Jadi kami akan lebih perketat pengawasannya karena pemeliharaan sudah jelas," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Jajat Sudrajat mengatakan, dirinya bersamaan Pemkot Bogor dan unsur Muspida lainnya, berpandangan LGBT menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat. Karena itu pihaknya tengah merumuskan Perda ketahanan keluarga agar tidak terjadi penyimpanan.
"Kami sudah membahas dan nanti mudah-mudahan segera selesai. Perdanya ini untuk mengantisipasi hal-hal LGBT itu tadi," tuturnya.
Di tempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Ulung Sampurna Jaya mengatakan, kepolisian mendukung sepenuhnya aksi penolakan LGBT yang hari ini digelar.
"Tetapi tolong perhatikan keluarga dan anak-anak jangan sampai ada di dalam keluarga LGBT ini," ujarnya.