Mutasi Kajari Bandung Picu Spekulasi, Kejati Pastikan Bukan karena Kasus
Pergantian Kajari Bandung, Irfan Wibowo, terjadi saat Kejari tengah menyidik dugaan korupsi di Pemkot Bandung. Kejati Jabar menegaskan mutasi ini murni rotasi jabatan dan tidak terkait perkara. Simak perkembangan penyidikan dan sosok pengganti Kajari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Mutasi jabatan di lingkungan kejaksaan bukan hal asing. Namun setiap perpindahan selalu menyisakan tanda tanya ketika terjadi bersamaan dengan penyidikan perkara besar.
Itulah yang kini mengiringi langkah Irfan Wibowo, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandung, yang dipromosikan menjadi Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara.
Perpindahan itu datang ketika Kejari Bandung tengah sibuk menelisik dugaan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan di Pemerintah Kota Bandung. Puluhan saksi telah dipanggil, mulai dari pejabat kota, politisi, hingga pihak swasta. Publik pun bertanya-tanya: apakah rotasi ini bagian dari dinamika penanganan kasus?
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat buru-buru menepis dugaan itu. Kasipenkum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, memastikan mutasi tersebut murni bagian dari pola pembinaan dan tour of duty. “Tidak ada kaitannya dengan penanganan kasus,” tegasnya, Sabtu (29/11/2025).
Menurutnya, Irfan masih menjalankan tugas sebagai Kajari Bandung. Pelantikan dan serah terima jabatan belum dijadwalkan. Artinya, roda penyidikan masih berada di bawah komando yang sama—setidaknya untuk sementara waktu.
Nama pengganti Irfan juga sudah disiapkan. Dia adalah Abun Hasbullah Sambas, pejabat Kejaksaan Agung yang sebelumnya menangani tindak pidana kepabeanan, cukai, serta TPPU. Di saat bersamaan, mutasi juga menyentuh Kajari Sukabumi yang mendapatkan promosi ke Kejati Jabar.
Sementara itu, di Kota Bandung, penyidikan terus berjalan. Sejumlah figur penting telah dipanggil: Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Ketua DPD NasDem Rendiana Awangga, beberapa kepala dinas, hingga pihak swasta yang diduga terkait aliran kewenangan dan anggaran.
Meski pemeriksaan berlangsung intens, Kejari Bandung belum membuka detail perkembangan terbaru. Mereka hanya memastikan bahwa update penanganan perkara akan disampaikan dalam waktu dekat. ***
Editor : Gin gin T Ginulur
