Nadeo Arga Winata Tetap Optimistis Tembus Skuad Timnas Meski Kebobolan 3 Gol

Penjaga gawang Borneo FC, Nadeo Arga Winata, menunjukkan sikap optimistis terkait peluangnya masuk ke dalam skuad Tim Nasional Indonesia untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026.

Nadeo Arga Winata Tetap Optimistis Tembus Skuad Timnas Meski Kebobolan 3 Gol
Nadeo Arga Winata Tetap Optimistis Tembus Skuad Timnas Meski Kebobolan 3 Gol

INILAHKORAN, Bandung - Penjaga gawang Borneo FC, Nadeo Arga Winata, menunjukkan sikap Optimistis terkait peluangnya masuk ke dalam skuad Tim Nasional Indonesia untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026.

Meski timnya harus menelan kekalahan 0-3 dari Malut United dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Kieraha, Ternate, Nadeo menegaskan bahwa hasil tersebut tidak akan memupus semangatnya untuk terus tampil maksimal dan menunjukkan kualitas terbaiknya.

"Saya tentu sangat Optimistis dengan kerja saya di lapangan. Saya selalu berusaha menunjukkan penampilan yang terbaik. Semua pemain di BRI Liga 1 pasti ingin menunjukkan penampilan terbaik di klub dan proyeksi ke timnas yang sedang berjuang menembus Piala Dunia," ujar Nadeo dikutip dari ANTARA.

Meskipun gawangnya harus kebobolan tiga gol, Nadeo percaya bahwa evaluasi pelatih tidak semata-mata berdasarkan skor akhir, tetapi juga melihat performa secara keseluruhan.

Keyakinan ini semakin kuat setelah mengetahui bahwa dua asisten pelatih timnas, Denny Landzaat dan Alex Pastoor, hadir langsung di Ternate untuk memantau jalannya pertandingan.

Nadeo mengungkapkan bahwa ia sempat bertemu langsung dengan kedua asisten pelatih tersebut di hotel tempat mereka menginap.

Kesempatan tersebut menjadi momen penting baginya untuk menunjukkan keseriusan dan komitmennya dalam meraih tempat di skuad Garuda.

"Saya juga senang bisa dilihat langsung oleh asisten pelatih timnas. Kami juga sempat ngobrol di hotel tadi pagi. Saya rasa mereka cukup fair, yang bisa menentukan masuk atau tidaknya ke timnya ya mereka. Tugas kami sebagai pemain yaitu menunjukkan penampilan sebaik mungkin. Mereka juga pasti tidak hanya melihat dari tiga golnya, tapi penampilan secara keseluruhan," tambahnya.

Membahas jalannya pertandingan, Nadeo menilai bahwa Borneo FC sebenarnya tampil cukup menyerang, meskipun hasil akhir berkata lain.

Menurutnya, masalah utama terletak pada efektivitas penyelesaian akhir, bukan pada kurangnya penguasaan bola.

"Masalahnya, tidak ada gol ketika kami punya peluang. Tim dengan banyak penguasaan bola akan berpeluang lebih besar untuk menang. Kebanyakan tim yang kami hadapi sejauh ini selalu lebih bertahan dengan compact, lebih menunggu untuk serangan balik. Ketika unggul, selalu mencoba menurunkan tempo permainan," jelas Nadeo.

Ia juga membandingkan atmosfer kompetisi domestik dengan laga internasional, menyoroti intensitas dan kualitas permainan yang berbeda.

"Berbeda dengan ketika kami tampil di kompetisi internasional. Anda bisa melihat statistik, soal intensitas dan jumlah passing yang bisa kita buat di laga tersebut. Sangat berbeda selama kami bermain di Liga 1 ini," ujarnya.

Nadeo menekankan pentingnya mendorong sepak bola Indonesia ke arah yang lebih dinamis dan atraktif, demi meningkatkan kualitas pemain yang akan mewakili negara di kancah internasional.

"Kita semua bisa memilih, apakah mau sepak bola yang pasif, lambat, kurang intensitas, membiarkan pemain terlalu banyak berbaring di lapangan atau sepak bola yang menghukum perbuatan itu dan melindungi permainan sepak bola dengan intensitas tinggi," tegasnya.

Baginya, sepak bola yang mengutamakan intensitas tinggi tidak hanya menguntungkan pemain, tetapi juga memberikan hiburan berkualitas bagi para suporter.

"Sepak bola seperti itu yang kami mau. Dengan begitu, para pendukung bisa menikmati permainan dan memberikan pengalaman yang lebih pantas kepada para pemain untuk membela tim nasional di level internasional," pungkas Nadeo.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan