Nah Loh..Banjir Kepung 4 Kecamatan, Imron Malah Tidak Tahu

Pernyataan mencengangkan dilontarkan Bupati Imron yang tidak mengetahui adanya banjir di Cirebon Timur yang melanda empat kecamatan

Nah Loh..Banjir Kepung  4 Kecamatan, Imron Malah Tidak Tahu
Bupati Imron tidak mengetahui adanya banjir di Cirebon Timur. Maman Suharman

INILAHKORAN, Cirebon - Bupati Cirebon, Imron mengaku kaget ketika ditanya langkah apa yang akan diambil, untuk menangani banjir besar yang menerjang Cirebon Timur pada Selasa malam, 5 Maret 2024. 

Imron mengaku baru tahu, kalau Cirebon Timur dilanda banjir besar semalam.

"Hah, memangnya ada banjir di Cirebon Timur tadi malam," ucapnya kepada media, Rabu 6 Maret 2024.

Ketika ditanya, apakah akan  meninjau langsung ke lokasi, setelah tahu ada banjir besar, Imron memilih untuk menghadiri acara yang sudah diagendakan. Malahan Imron balik bertanya, faktor apa sebetulnya, sehingga Cirebon Timur bisa banjir. Tapi dia mengaku, akan segera memerintahkan BPBD Kabupaten Cirebon, untuk memantau lokasi.

"Saya tidak bisa ke lokasi karena ada tamu dari Jakarta di pesantren kempek. Kita lihat sikon setelah acara selesai," jelasnya.

Tapi Imron mengaku yakin, setiap ada bencana BPBD selalu bergerak cepat. Saat ini dipastikan BPBD sudah mempersiapkan dapur umum untuk warga yang terdampak.  Nanti malampun akunya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Forkopimda, untuk membahas penanganan masalah banjir.

"Nanti malam juga kami akan bahas masalah ini dengan Forkopimda," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Cirebon Timur dikepung banjir pada Selasa malam, 5 Maret 2024. Tercatat, empat Kecamatan di Kabupaten Cirebon yaitu Kecamatan Waled, Karangwareng, Ciledug dan Kecamatan Pasaleman, disebagian wilayahnya ikut terendam. Lokasi terparah akibat banjir tersebut berada di Kecamatan Waled, yaitu Desa Ciuyah dan Gunung Sari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya menyebutkan, di desa Ciuyah ada 712 unit rumah yang terendam, dan satu orang warga dinyatakan meninggal dunia. Lalu ada 1.012 KK dan 2.339 jiwa terdampak. Sementara ada 200 warga yang diungsikan di balai desa setempat.

Lalu di desa Gunungsari, ada 1.018 rumah warga yang terendam. Hal itu menyebabkan 1.263 KK dan 3.428 jiwa yang terdampak. Ratusan wargapun di evakuasi disekitar balai desa dan beberapa tempat yang tidak ikut terendam. Pihak BPBD sudah mengirimkan beberapa perahu karet, untuk melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir.

Sampai berita ini diturunkan, informasi di grup WA PUSDALOPS BPBD Kabupaten Cirebon, perkembangannya masih sangat dinamis. Ternyata, ada 13 desa di empat Kecamatan wilayah Cirebon Timur yang terkena banjir parah. Desa tersebut adalah Ciuyah, Ambit, Gunungsari, Mekarsari, Cibogo, Cisaat, Jatipiring, Ciledug, Jatiseeng Kidul, Astanamukti, Pasaleman, Cilengkrang dan Desa Cilengkrang Girang.

Petugaspun masih terus melakukan pendataan karena sampai berita ini diturunkan, beberapa desa masih terendam dan petugas masih melakukan evakuasi. Di kecamatan Pasalamen, beberapa rumah masih terendam, sehingga petugas melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. (maman suharman)


Editor : Ahmad Sayuti