Naomi Osaka Nangis Lagi, Kini Mau Cuti Dulu Setelah Kalah di AS Terbuka

Naomi Osaka menangis lagi. Dia berniat cuti dulu dari panggung tenis dunia setelah kalah di AS Terbuka. Apa yang terjadi?

Naomi Osaka Nangis Lagi, Kini Mau Cuti Dulu Setelah Kalah di AS Terbuka
Naomi Osaka

INILAHKORAN, New York – Naomi Osaka menangis lagi. Dia berniat cuti dulu dari panggung tenis dunia setelah kalah di AS Terbuka. Apa yang terjadi?

Sebagai juara bertahan, Naomi Osaka kalah 7-5, 6-7, 4-6 dari Leylah Fernandes, petenis berusia 18 tahun, di Stadion Arthur Ashe. Padahal, dia nyaris memenangkan laga kalau tak gagal melakukan servis di set kedua.

Inilah kejutan yang menyudahi ambisi pertama Naomi Osaka merebut gelar grand slam pertamanya tahun ini. Sebelumnya, dia mundur dari Prancis Terbuka dan absen di Wimbledon karena masalah kesehatan mental.

Baca Juga: Lepas Olimpiade, Osaka Pastikan Tampil di Kanada

Kini, masa depan petenis berusia 23 tahun itu berada di ujung tanduk. Naomi Osaka menyatakan akan istirahat dari tenis untuk beberapa waktu.

Sambil menahan air mata dalam konferensi pers pasca-pertandingannya, Naomi Osaka berkata apa yang dia alami sulit untuk digambarkan.

“Pada dasarnya saya merasa seperti berada pada titik di mana saya mencoba mencari tahu apa yang ingin saya lakukan. Sejujurnya saya tidak tahu kapan saya akan memainkan pertandingan tenis saya berikutnya. Maaf,” ujarnya.

Dia menegaskan akan memikirkan dulu perjalanan kariernya. Karena itu, dia bakal istirahat sejenak dan tidak mengikuti turnamen tenis.

Baca Juga: Alasan Depresi, Osaka Mundur dari French Open

“Bagaimana saya harus mengatakan ini? Saya merasa baru-baru ini, ketika saya menang, saya tidak merasa bahagia. Saya merasa lebih seperti lega. Dan kemudian ketika saya kalah, saya merasa sangat sedih. Saya pikir itu tidak normal. Saya benar-benar tak ingin menangis lagi,” tambahnya.

Ditanya apa yang menyebabkan kekalahan itu, Naomi Osaka menambahkan dirinya tidak berpikir soal servis. Dia menegaskan bisa membalas dengan cukup baik, menghadapi pemain yang servisnya lebih kuat.

Dia pun menyatakan tak berpikir bahwa ini adalah kesempatan. Sebab, dirinya pernah berada dalam situasi ini sebelumnya.

Baca Juga: Naomi Osaka, Bintang 'Mendadak' di Panggung Tenis Dunia

“Saya kira kita semua berurusan dengan beberapa hal, tetapi saya tahu bahwa saya sedang berurusan dengan beberapa hal,” ujarnya pula.

Segalanya tampak berbeda saat Osaka, juara 2018 dan 2020 AS Terbuka di New York, melakukan servis untuk kemenangan dua set langsung.

Namun, Fernandez mematahkan servisnya untuk memaksakan tie-break di set kedua. Petenis Kanada itu menaikkan levelnya, memaksa Osaka mati langkah dan banyak kesalahan sendiri.

Hal serupa terbawa ke set penentuan, saat Fernandez segera mematahkan servis Naomi Osaka. Petenis berdarah Jepang itu begitu kesalnya sampai menghancurkan raketnya untuk kemudian mendapat peringatan dari wasit karena memukul bola ke arah penonton.

“Saya sangat menyesal tentang itu. Saya tidak begitu yakin mengapa. Saya mengatakan pada diri sendiri untuk tenang, tetapi saya merasa mungkin ada titik didih,” katanya.

Baca Juga: Mundur dari Semifinal, Osaka: Saya Kulit Hitam!

“Seperti biasanya, saya merasa menyukai tantangan. Tapi baru-baru ini saya merasa sangat cemas ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan saya. Saya merasa Anda bisa merasakannya. Saya tidak begitu yakin mengapa hal itu terjadi seperti yang terjadi sekarang,” tambahnya.

“Anda bisa melihat itu. Saya seperti anak kecil,” katanya lagi.

Sementara Naomi Osaka mengalami gejolak, maka itu adalah kesempatan penuh mimpi bagi petenis remaja Fernandez. Dia meraih kemenangan terbaik dalam kariernya melawan salah satu idolanya.

Namun, kemenangan itu tidak semuanya tentang buruknya performa Osaka. Sebab, petenis Kanada itu melakukan servis dengan sangat baik dan menghasilkan beberapa poin krusial.

Baca Juga: Naomi Osaka, Atlet Putri Terkaya di Dunia, Serena Williams Lewat!

“Seperti yang saya katakan, saya tidak terlalu fokus pada Naomi. Saya hanya fokus pada diri saya sendiri, permainan saya, apa yang perlu saya lakukan,” ujarnya.

“Memiliki penonton di sana mendukung saya setelah setiap poin, itu luar biasa. Itu memberi saya energi untuk terus berjuang, terus bekerja dan terus berlari untuk bola-bola yang dia pukul,” tambahnya.

“Saya hanya senang bahwa saya dapat memberikan pertunjukan untuk semua orang yang datang untuk menonton,” imbuhnya.


Editor : inilahkoran