Napak Tilas Sejarah, Jadi Pengingat Spirit Perjuangan Cirebon di Hari Jadi ke-543

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Cirebon yang ke-543, Bupati Cirebon Imron bersama Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman, mengajak seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran TNI dan Polri, untuk melakukan kegiatan napak tilas dan ziarah sejarah.

Napak Tilas Sejarah, Jadi Pengingat Spirit Perjuangan Cirebon di Hari Jadi ke-543

INILAHKORAN, Cirebon – Dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten cirebon yang ke-543, Bupati Cirebon Imron bersama Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman, mengajak seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran TNI dan Polri, untuk melakukan kegiatan napak tilas dan ziarah sejarah.

Menurut Imron, napak tilas tersebut bukan sekadar kegiatan seremoni, melainkan juga bentuk penghormatan kepada para pejuang.  Mereka berjasa besar membangun Cirebon sejak masa lampau. Untuk itu,  Keraton Kasepuhan dipilih menjadi titik awal perjalanan mengenang masa lalu.

"Sedangkan Makam Sunan Gunung Jati menjadi simbol spiritual dan dakwah. Ini berperan penting dalam penyebaran Islam dan pembentukan peradaban di tanah Cirebon," ungkap Bupati, Minggu 18 April 2025.

Bupati Imron menekankan pentingnya memahami sejarah sebagai landasan membangun semangat perjuangan di masa kini.  Dia menilai, sebagai penerus jangan sampai melupakan sejarah. Perjalanan panjang Cirebon tidak lepas dari perjuangan para pendahulu terutama para pendakwah.

Bupati juga menekankan, perjuangan membangun Cirebon bukan hanya dilakukan dalam satu hari. Sejarah yang panjang dan penuh tantangan membutuhkan pemahaman mendalam dari generasi saat ini agar bisa melanjutkan estafet pembangunan dengan semangat yang sama.

“Sehari tidak cukup untuk merayakan sejarah. Maka, pada hari ini kami mengajak saudara-saudara semua agar kita ngerti, paham bahwa berdirinya kabupaten cirebon adalah hasil dari perjuangan para pendakwah. Kita harus jangan lupa pada sejarah, agar bisa membangun spirit perjuangan dalam kehidupan,”  jelasnya.

Kegiatan ini lanjutnya, menjadi salah satu bentuk refleksi mendalam atas perjalanan panjang kabupaten cirebon selama lebih dari lima abad. Melalui napak tilas dan ziarah ini, para pemimpin daerah ingin menanamkan nilai-nilai perjuangan, religiusitas, dan kebudayaan kepada seluruh masyarakat.

"Selain menjadi ajang mempererat hubungan antar unsur pemerintahan dan keamanan, kegiatan ini juga mempunyai pesan. Yaitu, pembangunan tidak hanya dilakukan dengan infrastruktur, tetapi juga dengan menguatkan akar budaya dan sejarah," ucapnya.

Imron menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin dalam setiap peringatan hari jadi kabupaten cirebon. Ini agar generasi mendatang tidak kehilangan jati diri dan tetap menjadikan sejarah sebagai inspirasi dalam membangun masa depan. (maman suharman) 


Editor : Ahmad Sayuti