Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon, Salam 'Kula Nuun' Akan Diluncurkan
Berbagai persiapan muali darancang untuk kegiatan hari jadi ke-544 Kabupaten Cirenon mulai dari prosesi budaya hinga salam khas masyarakat Cirebon
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Panitia peringatan hari jadi ke-544 Kabupaten Cirebon mulai mematangkan berbagai rangkaian kegiatan yang akan digelar pada 2 April 2026 mendatang. Sejumlah prosesi budaya khas Cirebon dipastikan menjadi bagian utama dalam peringatan tersebut. Termasuk rencana peluncuran salam khas masyarakat Cirebon, 'Kula Nuun'.
Anggota Seksi Acara Panitia hari jadi Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, mengatakan berbagai persiapan terus dilakukan. Tujuannya agar peringatan tahun ini memiliki nuansa berbeda sekaligus tetap menonjolkan nilai-nilai budaya lokal.
Salah satu agenda awal yang akan dilakukan panitia adalah sowan atau silaturahmi ke Keraton Kasepuhan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya Cirebon.
“Rencana sowan ke Keraton Kasepuhan ada papa proses awal. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak keraton untuk memastikan rangkaian kegiatan berjalan dengan baik,” ujar Fajar, Kamis 12 Maret 2026.
Selain itu, panitia juga merancang prosesi Suba Manggala yang melibatkan para pimpinan daerah sebagai simbol kebersamaan dalam membangun Kabupaten Cirebon. Dalam prosesi tersebut akan hadir sekitar 41 orang yang berperan sebagai pagar ayu menuju ruang Abhimata DPRD Kabupaten Cirebon.
Untuk memperkuat nuansa budaya, panitia turut melibatkan berbagai unsur budaya, seperti budayawan, Dewan Kebudayaan Kabupaten Cirebon (DKKC), serta dalang purjambi dalam merumuskan konsep kegiatan.
“Agar pelaksanaan hari jadi lebih berwarna, kami melibatkan budayawan, DKKC, dan dalang untuk merumuskan konsep kegiatan yang sarat nilai budaya Cirebon,” ungkapnta.
Fajar menjelaskanx peringatan hari jadi tahun ini juga akan memperkenalkan salam khas masyarakat Cirebon, yaitu “Kula Nuun”. Kemudian, orang yang mendengar salam itu menjawab ‘Mangga’. Ini diharapkan menjadi salam pembuka khas masyarakat Kabupaten Cirebon, seperti halnya ‘Sampurasun’ yang dijawab ‘Rampes’ di Jawa Barat.
Pringatan tahun ini lanjutnya, mengusung tema “Teteg lan Tutug”. Tema tersebut memiliki makna filosofis sebagai semangat untuk menyelesaikan pembangunan dengan tekad yang kuat.
“‘Teteg’ berarti memiliki tekad yang kuat, sementara ‘Tutug’ berarti tuntas atau selesai. Jadi maknanya adalah semangat untuk menuntaskan pembangunan dengan tekad yang kuat,” terangnya.
Dia menambahkan, sejumlah kegiatan tradisi juga akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan, di antaranya napak tilas sejarah Cirebon serta ziarah ke makam Syekh Syarif Hidayatullah di kawasan Makam Sunan Gunung Jati.
Editor : Ahmad Sayuti


