Bikin Bangga, 50 Lebih Jenis Kopi Petani Lokal Indonesia Mejeng di Gelaran Expo 2020 Dubai
50 lebih jenis kopi petani lokal Indonesia turut mejeng di gelaran Expo 2020 Dubai. Hal ini menguatkan kopi Indonesia menuju pasar dunia
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Jakarta,- Bikin bangga, langkah Indonesia menjadi produsen kopi ternama di dunia kian dekat. Bahkan lebih dari 50 lebih jenis kopi petani lokal Indonesia mejeng di gelaran Expo 2020 Duba.
Sebanyak 50 lebih jenis kopi petani lokal Indonesia yang turut mejeng di gelaran Expo 2020 Dubai antara lain kopi Luwak, Gayo, Kintamani, Robusta Lampung, Leci Preanger Priyangan, Bajawa Folres, Toraja dan Ijen Banyuwangi.
Hadirnya 50 lebih jenis kopi petani lokal Indonesia di Expo 2020 Dubai, tepatnya Area pasar Malam Paviliun Indonesia tentu membawa pengaruh positif dan bikin bangga.
Baca Juga: Puluhan Pengungsi Warga Kampung Giri Awas Pangalengan Butuh MCK Portable dan Tambahan Tenda
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dan Komisioner Jenderal Paviliun Indonesia, Didi Sumedi mengungkapkan, kopi petani Indonesia tampil di Paviliun Indonesia pada gelaran Expo 2020 Dubai di minggu ke-17.
Menurut Didi, dalam kegiatan itu, lebih dari 50 jenis kopi lokal dipamerkan di Area Pasar Malam Paviliun Indonesia, antara lain kopi Luwak, Gayo, Kintamani, robusta Lampung, Leci Pranger Priyangan, Bajawa Flores, Toraja, dan Ijen Banyuwangi.
"Berbagai jenis kopi dari seluruh penjuru Nusantara yang memiliki ciri khas dapat ditemukan di area Pasar Malam Paviliun Indonesia," ungkap Didi dalam keterangannya seperti dikutip inilahkoran.id dari Antara, Rabu 26 Januari 2022.
"Kami ingin menunjukkan pada dunia bahwa kopi Indonesia dihasilkan dari tangan petani lokal yang luar biasa," katanya
Didi yakin Indonesia dapat mewujudkan mimpi menjadi produsen kopi ternama di dunia melalui Expo 2020 Dubai.
Didi mengungkapkan, produk kopi yang dipamerkan di Paviliun Indonesia juga memiliki cerita tentang pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Terbaru! Ini Pernyataan Final Manajemen Persib Soal Nasib Pelatih Robert Alberts
Salah satunya, kopi hutan Lampung yang merupakan jenis kopi robusta yang dibawa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Kopi robusta Lampung yang dihasilkan dari kawasan hutan lindung Batuegi tersebut digarap langsung oleh para petani kopi lokal. Para petani kopi tersebut diberikan izin legal untuk menggarap kawasan hutan.
Selain itu, dengan visi “Tercapainya Fungsi Hutan Lindung yang Memberi Kesejahteraan Masyarakat” para petani juga diberikan pelatihan melalui berbagai program kemitraan.
Sementara itu, Provinsi Aceh membawa kopi Gayo yang mengusung pemberdayaan perempuan.
Kopi Gayo tersebut dibudi daya di sekitar kawasan Taman Nasional Leuser dan memberdayakan petani lokal yang sebagian besar anggotanya adalah perempuan.
Produk kopi Gayo telah berhasil menembus ekspor Amerika, Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Hal itu menjadi bentuk dukungan bagi para pekerja perempuan dan generasi muda di kawasan tersebut.
Baca Juga: Sejuta Butir Obat Ilegal Diamankan, Polisi Grebek Rumah yang Disulap Jadi Pabrik di Cibinong
Sedangkan, Kementerian Ketenagakerjaan membawa kopi kalosi Enrekang yang merupakan jenis kopi tertua di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda.
Kopi kalosi termasuk jenis kopi arabika yang dibudidaya oleh para petani kopi Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Hingga saat ini, kopi kalosi Enrekang telah dimodifikasi menjadi kopi drip bags sebagai upaya melestarikan potensi kopi lokal.
Baca Juga: Lini Serang Persikabo Ngeri, Ezra Walian Minta Persib Lakukan Ini!
Didi menceritakan, selain pameran produk kopi lokal, pengunjung Paviliun Indonesia juga dapat mengikuti demo seduh (brewing) kopi dengan barista yang berpengalaman.
Para pengunjung dapat mempelajari teknik menyeduh kopi sekaligus mendapatkan informasi mengenai ciri khas kopi Indonesia.
Cara penyajiannya kopinya pun unik, yaitu menggunakan gerobak seolah-olah membawa pengunjung sedang berada di pasar malam khas Indonesia.
Baca Juga: Kasus Covid 19 di KBB Terus Meningkat, Hengky Kurniawan Minta Hal Ini dari Masyarakat
"Ada sekitar 17 jenis kopi lokal yang dapat dicicipi saat demo brewing kopi di Paviliun Indonesia. Peringkat pertama jatuh pada kopi Luwak," ujarnya.
"Peringkat selanjutnya ditempati kopi Gayo Aceh dan kopi Kintamani Bali. Demo brewing kopi ini dibuat interaktif untuk lebih mengenalkan potensi kopi Indonesia kepada pengunjung Paviliun Indonesia," kata Didi.
Indonesia dikenal sebagai produsen kopi terbaik keempat dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Colombia. Potensi kopi Indonesia cukup besar dengan perkebunan kopi yang tersebar di seluruh pelosok negeri.
Ke depan, melalui perhelatan Expo 2020 Dubai, Indonesia akan terus memamerkan potensi bangsa yang luar biasa ke kancah internasional.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, ekspor kopi Indonesia ke dunia pada Januari-November 2021 tercatat sebesar 757,41 juta dolar AS.
Sementara, pada 2020 nilai ekspor kopi Indonesia tercatat sebesar 821,93 juta dolar AS.***
Editor : inilahkoran


