Ahli Forensik Indonesia Turut Ungkap Hasil Analisis Jenazah Tangmo Nida

Ahli forensik dari Indonesia, Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti turut mengungkapkan hasil analisisnya terhadap jenazah Tangmo Nida.

Ahli Forensik Indonesia Turut Ungkap Hasil Analisis Jenazah Tangmo Nida
Ilustrasi - Ahli forensik dari Indonesia turut analisis jenazah Tangmo Nida

INILAHKORAN, Bandung - Ahli forensik dari Indonesia, Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti turut mengungkapkan hasil analisisnya terhadap jenazah aktris Thailand, Tangmo Nida Patcharaveerapong.

Polwan yang akrab disapa dokter Hastry itu menuturkan untuk mengetahui ada kekerasan atau tidak perlu adanya otopsi secara menyeluruh.

"Harus dibuka semuanya, di balik jaringan mata atau kulit sekitar mata itu ada pendarahan atau tidak," kata dokter Hastry dikutip Inilahkoran dari YouTube Anjas di Thailand, Jumat 18 Maret 2022.

Baca Juga: Yang Mau Buka Usaha Wajib Tahu, Ini Besaran Uang untuk Biaya Mengurusi Sertifikasi Halal

Lebih lanjut, dokter Hastry menjelaskan terkait kondisi tubuh Tangmo Nida yang mengalami lebam pada area tertentu.

"Kalo tidak hilang biru-biru itu misalnya terpukul memar pasti itu tidak hilang. Tapi kalo (biru-biru)nya ia dapat setelah meninggal ga ada. Kalo misalkan ada dia posisinya di satu tempat, sedangkan ini kan di beberapa tempat," tuturnya.

Selain itu, dokter Hastry juga menyampaikan analisanya terkait luka yang terdapat di paha kanan Tangmo Nida yang disebut-sebut terjadi karena baling-baling speadboat.

Baca Juga: Shin Ha Kyun dan Won Jin Ah akan Bermain di Sitkom Baru 'Unicorn'

Ia mengatakan bahwa ada kemungkinan luka tersebut didapat karena baling-baling speadboat. Namun, dirinya tidak bisa memastikan sebab tidak mengukurnya secara langsung.

"Kalo penyidik dia harus ngambil sampel juga di baling-baling, siapa tau masih ada sisa darah, dicocokkan dengan darahnya korban," kata dokter Hastry.

"Tapi kalo baling-balingnya muter, bisa sampai dua-duanya dan sampai belakang. Kalo cuman satu kemungkinan diem (baling-balingnya)," sambungnya.

Sementara itu, mengenai sidik jari Tangmo Nida, dokter Hastry mengatakan bahwa bekas sidik jari akan menghilang sebab peristiwa tersebut terjadi di air.

Baca Juga: Fakta Terbaru Moge Tabrak Anak Kembar di Pangandaran! Plat Nomor Palsu, Harusnya untuk Angkot

"Sidik jari tuh kalo jenazah belum teridentifikasi atau memang dia meninggalkan jejak-jejak di sekitar TKP. Kalo di air itu bekasnya cepat ilang," jelasnya.

Sebagai informasi, saat ini jenazah Tangmo Nida tengah dilakukan otopsi kedua. Otopsi tersebut merupakan permintaan ibunda Tangmo yang masih ragu atas kematian putrinya tersebut.***

 


Editor : inilahkoran