NewJeans Tuntut HYBE Kembalikan Min Hee Jin ke Posisi CEO ADOR dalam Live YouTube Dadakan

NewJeans melakukan live YouTube dadakan untum melayangkan protes pada HYBE menuntut Min Hee Jin kembali jadi CEO ADOR.

NewJeans Tuntut HYBE Kembalikan Min Hee Jin ke Posisi CEO ADOR dalam Live YouTube Dadakan
NewJeans saat lakukan live YouTube dadakan.

INILAHKORAN, Bandung - Pada hari Rabu, 11 September 2024, NewJeans tiba-tiba melakukan Live YouTube tanpa izin Agensi.

Dalam Live YouTube ini, NewJeans secara langsung menyampaikan posisinya mengenai situasi agensinya ADOR, yang tengah menderita konflik internal.

“Saya rasa kami tidak akan bisa mencapai hal-hal yang telah kami lakukan bersama CEO Min Hee Jin dan impian yang telah kami rencanakan di masa mendatang," kata Danielle.

"Kami hanya berusaha untuk meraih impian kami, jadi apa salah kami? Seminggu setelah CEO diberhentikan, kami tidak bisa bekerja sama dengan direktur yang selama ini bersama kami lagi, dan kami sangat khawatir tidak akan bisa bekerja sama dengan staf yang selama ini berada di samping kami," jelas Danielle.

"Jika memang itu untuk kami, jangan hanya mengatakan bahwa Anda mengutamakan artis, tetapi biarkan kami benar-benar mengandalkan, menikmati, dan bekerja dengan musik favorit kami,“ tutur Danielle.

Haerin juga berkata, “kami tidak memahami situasi saat ini di mana kekuatan eksternal terus-menerus mengganggu kami."

"Kami tidak akan pernah bisa memahami apa yang sebenarnya mereka lakukan untuk kami dan untuk mengembangkan NewJeans (seperti yang mereka janjikan)," terang Haerin.

“Sangat disayangkan bagi penggemar kami yang telah terhibur oleh kami dan bagi kami yang telah bahagia berkat mereka."

Haerin melanjutkan, "sementara itu, kami hampir kehilangan karya yang melambangkan hubungan antara NewJeans dan Bunnies, dan kami tidak ingin kehilangan apa pun lagi.”

Member tersebut menambahkan, “dan kami tidak ingin menyesuaikan diri atau bersimpati atau mengikuti situasi orang-orang tersebut. Kami tidak akan memilih untuk pergi ke arah itu, karena itu jelas bukan arah kami.”

Member termuda Hyein juga ikut berkomentar, “cara kerja HYBE tidak jujur ​​dan salah. Tolong jangan ganggu kami lagi. Tolong kembalikan CEO kami dan kembalikan ADOR ke sistem aslinya, bukan lingkungan yang tidak dikenal saat ini."

"Kami tidak meminta Anda untuk menjadi lebih baik. Kami hanya ingin kedua belah pihak melakukan pekerjaan kami dengan baik di tempat kami sendiri. Kami berharap permintaan kami akan didengar,” tutur Hyein.

Danielle kembali berkata, “Saya harap Anda bisa berhenti menindas CEO Min Hee Jin dari sudut pandang manusia. HYBE tampaknya hanyalah perusahaan yang tidak manusiawi. Apa yang bisa kita pelajari dari perusahaan seperti ini?“

Minji sebagai leader NewJeans menekankan, “yang kami inginkan adalah ADOR yang asli, yang dipimpin oleh Min Hee Jin dan baik dalam hal manajemen maupun produksi."

"Ini adalah cara untuk mencegah pertengkaran kami dengan HYBE. Jika pendapat kami dikomunikasikan dengan baik, Ketua Bang Si Hyuk dan HYBE harus membuat keputusan yang bijaksana untuk mengembalikan ADOR ke keadaan semula paling lambat tanggal 25.”

Pada tanggal 27 Agustus lalu, ADOR memberhentikan mantan CEO Min Hee Jin dan mengangkat Kim Joo Young sebagai CEO baru. 

ADOR mengatakan bahwa meskipun mantan CEO Min Hee Jin mengundurkan diri, dia akan tetap bertanggung jawab atas produksi NewJeans dan mempertahankan posisinya sebagai direktur internal, tetapi mantan CEO Min mengajukan protes, dengan mengatakan bahwa dia diberitahu secara sepihak tentang pemecatannya oleh perusahaan dan bahwa isi kontrak komisi bisnis yang mengusulkannya untuk bertanggung jawab atas produksi NewJeans juga tidak masuk akal.

Selain itu, ADOR, di bawah manajemen baru, meminta penghapusan video kolaborasi NewJeans dan Dolphiners Films, dan CEO-nya, Shin, menyatakan bahwa tidak mungkin bekerja sama dengan ADOR di bawah sistem manajemen yang berubah dan meminta permintaan maaf resmi dari ADOR.

Jika permintaan maaf tidak disampaikan dalam batas waktu, dia mengatakan akan menuntut atas pencemaran nama baik dan tuduhan lainnya.***


Editor : Irma Nurfajri