Ngalusan, Ngabuburit Sambil Nulis Alquran
Ngalusan, Ngabuburit Sambil Nulis Alquran, sebuah kegiatan yang diprogramkan Dewan Keluarga Masjid (DKM) Al-Imtizaj untuk mengisi waktu pada Bulan Ramadhan tahun ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Ngalusan, Ngabuburit Sambil Nulis Alquran, sebuah kegiatan yang diprogramkan Dewan Keluarga Masjid (DKM) Al-Imtizaj untuk mengisi waktu pada Bulan Ramadhan tahun ini.
Ketua DKM Al-Imtijaz, Shandy Noer Syahtiman mengatakan pada bulan ramadhan tahun ini ada beberapa kegiatan, salah satunya Ngalusan, yakni menulis Alquran dengan tangan, bisa ditiru atau dijiplak.
"Jadi Alquran ini ditulis dengan cara meniru, atau bisa dijiplak, dengan disimpan di atas kaca dan disinari lampu pada bagian bawahnya," katanya saat ditemui di Sekretariat DKM Al-Imtizaj, Kamis (9/5/2019).
Lanjut Shandy, nantinya Alquran tersebut akan digabungkan setiap lembarnya dan dijadikan satu bundel, namun sebelumnya akan dikoreksi dulu oleh Instansi terkait, seperti MUI.
"Setiap lembar yang ditulis Jemaah, akan digabung, ini kan nama programnya Ngalusan, kalo bahasa umumnya Imtijaz Writing Quran, mudah-mudahan hal ini bisaenjadikan suatu konseptual baru bagi generasi muda" ucapnya.
Menurut Shandy, menulis Alquran ini masih jarang jika dibandingkan dengan Hafiz Quran yang sudah banyak, tapi kegiatan tersebut menjadi sesuatu yang penting sebagai kerukunan dan kekuatan umat.
"Ada konseptual kebersamaan umat dalam hal ini, pemersatunya ya Alquran juga, pasti ada kebanggaan tersendiri untuk yang ikut nulis, wah saya nulis satu lembar disitu," ujarnya.
Dia pun berharap kegiatan tersebut bisa memicu yang lain, seperti Jawa Barat Writing Quran misalnya, jadi setiap kota mempunyai Alquran yang ditulis tangan, namun gabungan dari penulisnya yang berbeda.
"Kalo animonya banyak, kami juga akan buat proposal untuk dikembangkan, seperti di media sosial kita juga akan share kegiatan ini, untuk pendanaannya sendiri juga kan masih secara sukarela," katanya.
Saat ini, Shandy mengatakan yang sudah bergabung untuk Kegiatan Ngalusan terdiri dari Mualaf Center Indonesia (MCI), serta warga sekitar Masjid Al-Imtijaz, namun siapa pun bisa bergabung dalam kegiatan ini.
"Siapapun boleh ikut menulis, Kalo di Desa Nagrak, Majalaya, Kabupaten Bandung, itu justru sudah ada SK Desa untuk membuat Alquran setiap tahun yang dimulai sekitar tahun 2015," katanya.
Sementara itu, dalam setiap lembar Alquran tersebut, pada bagian bawahnya akan ditulis data penulis seperti nama dan alamat sebagai tanda bahwa orang tersebut berkontribusi.
"Pada bagian bawah tertulis nama dan alamat, jadi mereka dikirim file berbentuk pdf setelah Alquran-nya jadi, sedangkan aslinya dikliping, kita simpan disini (Masjid Al-Imtijaz)," pungkasnya.(Agung Fitu Budiana)
Editor : Bsafaat

