Ngatiyana Apresiasi Pencanangan Zona Integritas Pusdikarmed di Cimahi
Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana memberikan apresiasi terkait pencanangan Zona Integritas Pusdikarmed Pussenarmed mewujudkan WBK dan WBBM.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana memberikan apresiasi terkait pencanangan Zona Integritas Pusdikarmed Pussenarmed untuk mewujudkan WBK dan WBBM.
“Zona Intergritas Pusdikarmed ini merupakan predikat yang diberikan dengan berkomitmen untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi. Saya mengapresiasi. Apalagi di Cimahi ini kerja sama Pemkot Cimahi dengan Pusdikarmed sudah berjalan dengan baik, lancar, dan harmonis," kata Ngatiyana, Jumat 21 Januari 2022.
Sebagai kesatuan yang pernah menyandang predikat wilayah bebas korupsi (WBK) terbaik di TNI AD, Pusdikarmed berupaya mempertahankan bahkan melakukan yang lebih baik lagi. Komandan Pusdikarmed Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji mengatakan, pencanangan Zona Integritas Pusdikarmed inn membutuhkan keseriusan dan komitmen dari seluruh jajaran di lingkunan Pusdikarmed di Cimahi.
Baca Juga: Di RS Dustira, Pemkot Cimahi Tambah Zona Integritas Bebas Korupsi
Untuk itu, Jauhari akan melakukan sejumlah strategi guna terciptanya WBK dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Seperti, melakukan pelayanan prima terhadap objek publik baik organik, siswa, dan masyarakat sekitar Cimahi. Semangat perubahan menuju WBBM itu Zona Integritas Pusdikarmed merilis slogan Profesional, Responsif, Tangguh, Adaptif, dan Sinergi (Prestasi).
Dia menegaskan, Zona Integritas Pusdikarmed merupakan predikat yang harus terpatri di setiap insan prajurit dan PNS di Pusdikarmed Pussenarmed agar mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM. Visi itu diimplementasikan melalui reformasi birokrasi khususnya dalam hal pencegahan korupsi, peningkatan kinerja, dan kualitas pelayanan publik.
"Hal ini sejalan dengan reformasi birokrasi TNI AD dalam rangka tata kelola pemerintahan yang baik yang diterapkan dengan dokumen Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025," sebut Jauhari. (*)
Editor : inilahkoran

