Nisya Ahmad Ingin di Komisi V DPRD Jabar
Annisa Saadiyah Ifat atau Nisya Ahmad mengaku ingin ditempatkan di Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, untuk periode 2024-2029.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Annisa Saadiyah Ifat atau Nisya Ahmad mengaku ingin ditempatkan di Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, untuk periode 2024-2029.
Alasannya, karena di Komisi V berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat. Dimana dirinya ingin terlibat langsung terhadap dinamika sosial masyarakat Jabar.
“In Syaa Allah di Komisi V, tapi masih dirapatkan ya. Kita nunggu rapat tatib dulu abis itu nanti pembagian Komisi dan AKD,” kata Nisya usai Rapat Paripurna Pembentukan Panitia Khusus, Pembahasan Peraturan DPRD Jabar Tentang Tata Tertib DPRD, di Gedung DPR Jabar, Rabu 18 September 2024.
Dia mengaku ingin menampung banyak aspirasi masyarakat, terutama mengenai kesehatan dan pendidikan yang selama ini masih jadi persoalan di masyarakat. Dimana hal ini merupakan ranah Komisi V DPRD Jabar.
“Bidang kesehatan dan pendidikan. Kesehatan warga-warga stunting. Di bidang pendidikan Masih banyak anak-anak yang susah untuk masuk sekolah,” ucapnya.
Seperti diketahui, Nisya Ahmad dilantik menjadi anggota DPRD Jabar periode 2024-2029, setelah menggantikan Thoriqoh Nashrulloh berdasarkan permintaan Partai Amanat Nasional (PAN).
Lantaran Nisya Ahmad berada di urutan dua, usai memperoleh 50.422 suara dari dapil Jabar II, di bawah perolehan Thoriqoh Nashrullah, yang mendapat 58.495 suara. Otomatis dirinya naik dan dilantik menjadi anggota DPRD Jabar.
Pelantikan Nisya Ahmad ini sendiri sempat menjadi kontroversi, karena tidak ada alasan jelas yang dapat diungkapkan petinggi PAN.
Kala itu, Sekretaris DPW PAN Jawa Barat Hasbullah Rahmat mengungkapkan alasan, soal Nisya Ahmad yang dilantik menggantikan Thoriqoh karena mengundurkan diri.
Hanya saja Hasbullah enggan merinci penyebab Ketua DPC PAN Kabupaten Bandung tersebut mengundurkan diri, sampai akhirnya diganti oleh Nisya Ahmad sebelum pelantikan anggota DPRD Jabar, Senin 2 September 2024 kemarin.
Hasbullah menyebut, Thoriqoh merupakan kader PAN potensial dan akan tetap berkarya di bidang politik, meski tak jadi kembali ke DPRD Jabar.
"Jadi karena aturannya, kalau dia mundur kan suara kedua yang naik. Suara kedua ini ada Mbak Anissa, Mbak Thoriqoh mundur, tapi saya lupa tanggalnya ya. Tapi kemungkinan Thoriqoh itu juga akan ada job lain, di luar dari yang dewan. Mungkin oleh partai, dia akan dikaryakan dalam sisi lain. Mungkin nanti ya," kata Hasbullah.
Hasbullah menambahkan, Thoriqoh tetap mendapat tempat dan tugas dari PAN. Walaupun kursi di legislatif Jabar dilepas pada Nisya Ahmad.
"Ini kan kita kader partai. Kalau bicara kader terhadap partai, kan kita harus sami'na watho'na kepada keputusan partai. Kan tadi saya jawab bahwa Teh Thoriqoh mungkin oleh partai akan difungsikan dalam sisi lain," ucapnya.
Soal masih minimnya pengalaman Nisya Ahmad di dunia politik dan parlemen, dia memastikan PAN akan terus memberikan dukungan.
"Ya kan semua orang kalau baru kan nggak ada pengalaman, ya tentu kan ada proses lah. Kita semua harus berprasangka baik kepada orang, mungkin berproses nanti kan dia akan beradaptasi dengan fungsi dewan dan akan belajar," imbuhnya.
Terlepas dari itu Hasbullah menegaskan, pergantian Thoriqoh tidak ada kontroversi, terutama dalam internal PAN. Semua prosedur kata dia terjadi, sampai akhirnya ditetapkan Nisya Ahmad untuk dilantik menjadi anggota DPRD Jabar periode 2024-2029.
"Tetapi yang jelas pergantian Thoriqoh ke Nisya ini tidak secara personal. Tetapi itu memang atas keputusan partai dan secara administratif tentu memang Thoriqoh secara individu, anggota dewan terpilih, kan harus mengundurkan memenuhi ketentuan PAW mengundurkan diri. Itu sudah terpenuhi dengan Thoriqoh membuat surat pengunduran diri dalam konteks administratif. Berarti kan tidak ada masalah di internal partai kita," ujarnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

