Pengamat Sebut Pelantikan Nisya Ahmad Coreng Kontestasi Pemilu 2024

Pengamat Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, pelantikan Nisya Ahmad sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat telah mencoreng kontestasi Pemilu 2024.

Pengamat Sebut Pelantikan Nisya Ahmad Coreng Kontestasi Pemilu 2024
Sejatinya, Nisya Ahmad gagal pada Pemilu 2024 lalu. Namun akhirnya dilantik, menggantikan kader PAN lainnya, Thoriqoh Nashrullah Fitriyah. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Pengamat Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, pelantikan Nisya Ahmad sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat telah mencoreng kontestasi Pemilu 2024.

Sebab, sejatinya Nisya Ahmad gagal pada Pemilu 2024 lalu. Namun akhirnya dilantik, menggantikan kader PAN lainnya, Thoriqoh Nashrullah Fitriyah. 

Alasannya, Thoriqoh mengundurkan diri, sehingga digantikan Nisya Ahmad yang berada di urutan kedua perolehan suara terbesar.

Menurut Dedi, masalah ini adalah satu catatan buruk bagi demokrasi. Sebab partai menganggap pemilihan hanya sebatas formalitas.

"Situasi semacam ini lumrah di proses Pemilu kita dan ini catatan buruk, karena keterbukaan pilihan dijadikan ajang formalitas. Pada akhirnya parpol menentukan siapa yang hendak dipilih untuk duduk di parlemen," kata Dedi, Selasa 3 September 2024.

Dedi meyakini, ada kesepakatan politik antara parpol dengan Thoriqoh yang memilih mundur sebagai anggota DPRD Jabar terpilih. Termasuk dengan Nisya Ahmad yang ditunjuk sebagai pengganti.

"Kondisi ini lebih tepatnya soal kesepakatan, Thoriqoh dipastikan telah menerima tawaran partai juga kandidat penggantinya," duga Dedi.

Menurutnya, ada praktik transaksional yang terjadi di tubuh PAN soal Nisya Ahmad dan diyakininya juga dilakukan parpol lain.

"Meskipun, parpol tentu lakukan intervensi sekaligus mediator untuk kesepakatan kedua belah pihak," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani